Banyak orang yang beli rumah itu dengan cara mencicil atau mengangsur. Angsuran beli rumah ini bisa langsung ke penjual atau developer, tapi kadang penjual atau developer dibantu oleh lembaga keuangan, misalnya bank, untuk menjual rumahnya dengan skema kredit pemilikan rumah. Lebih dari 70% orang yang beli properti itu menggunakan skema KPR.

Nah di masa-masa pandemi gini, jujur saja syaratnya makin ketat. Jadi banyak yang gagal dapat fasilitas KPR dari pihak bank. Kamu gak perlu sedih semisal ditolak oleh bank. Satu, temenmu banyak. Kedua, itu artinya bank percaya kalo kamu bisa beli rumah dengan cara cash! Ketiga, mungkin kamu perlu perbaiki performa keuangan kamu. Nah apa saja yang perlu kamu cek agar performa keuanganmu bagus! Cekidot gaes!

Pastikan Kamu Punya Penghasilan Yang Pas

Yup! Untuk bisa dapat KPR kamu harus punya penghasilan. Dan agar pengajuan KPR mu lolos, kamu perlu nge-pas-in penghasilanmu dengan kemampuan bayar kamu dalam kacamata bank. Bank itu punya hitungan kalo sekitar 30%-50% penghasilanmu untuk mengangsur KPR yang difasilitasi oleh bank. Nah sekarang lakukan ini :

  • Cek berapa penghasilanmu setiap bulan.
  • Kalikan saja dengan 30%. Nah itulah kemampuanmu mengangsur KPR.
  • Cek tabel angsuran KPR bank pilihanmu. Kamu akan ketemu jumlah KPR yang pas untuk kamu.
  • Kalikan jumlah KPR dengan faktor 1,21. Maka kamu akan ketemu harga properti yang mungkin dapat kamu beli.

Kamu Perlu Rapiin Catatan Keuanganmu

Salah satu syarat yang diminta oleh bank adalah slip gaji atau laporan keuangan. Namun ini saja tidak cukup. Kalo kamu punya slip gaji 10 juta tapi di rekeningmu setiap bulan hanya masuk 5 juta, tentunya bank akan bertanya, kemana 5 juta lainnya. Sebaliknya, jika gaji kamu 10 juta tapi di rekeningmu setiap bulan masuk 15 juta, tentunya bank akan bertanya, darimana tambahan 5 juta ini. Meski pada kasus kedua, itu lebih “menyenangkan”.

Intinya slip gaji atau laporan keuangan yang kamu “submit” harus selaras, senada dengan rekening bank kamu. Simpel kok.

Pastikan Kamu Gak Pernah Punya Kredit Macet

Jadi gini gaes, kalo kamu pernah macet di suatu kredit, entah itu kartu kredit atau kredit motor dan belum terselesaikan dalam jangka waktu tertentu, maka kemacetanmu tadi masih didata di Bank Indonesia dan dapat diakses oleh pihak perbankan di seluruh Indonesia. Nah lho!

Kalo kamu dianggap tidak lancar bahkan macet, maka bank-bank pastinya males dong kasih kamu kredit. Bener gak? Kek kamu aja ke temen kamu, kalo temen kamu hobi pinjem tapi gak dikembaliin, kamu pasti males kan minjemin lagi?

Syarat-Syarat Lain Harus Lengkap

Udah kayak mo nikah aja deh. Syarat kamu harus lengkap dan sesuai dengan permintaan KUA setempat. Kalau gak lengkap, mana bisa pernikahanm dicatat oleh negara. Begitu juga bank, ada beberapa syarat administratif yang perlu kamu penuhi dan itu mutlak. Misalnya saja slip gaji, NPWP, rekening tabungan, KTP, surat nikah dll. Maka cari tahu terlebih dahulu dan lengkapi deh syarat-syaratnya. Kamu bisa datang ke bank pilihanmu untuk itu.

Pekerjaanmu Masuk Dalam Kategori Aman oleh Bank

Nah kalo yang ini kita musti rada mengalah sedikit. Jadi ada beberapa profesi yang dijauhi oleh pihak bank. Ada beberapa bisnis yang dipandang beresiko oleh bank. Sehingga mungkin saja bank menolak atau tidak berani memberimu KPR karena pekerjaanmu dikategorikan “kurang aman” oleh bank. Apalagi di masa pandemi gini, bank punya data industri mana saja yang terdampak dan mereka memiliki kebijakan pengetatan untuk pengajuan kredit dari industri atau karyawan dari industri tersebut.

Sekali lagi, gak usah sedih kalo ditolak KPR oleh bank. Mungkin kamu memang harus beli cash! So kapan mau beli rumah?


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *