Pulau Dewata Bali adalah salah satu destinasi wisata nomor wahid di tanah air tercinta Kita ini untuk wisatawan domestik atau wisatawan mancanegara.

Tidak mengherankan tentunya kalau banyak sekali investor properti yang punya villa atau rumah peristirahatan di pulai ini. Mereka biasanya menyewakan villa tersebut atau menjadikan villa tersebut sebagai second home, bukan rumah bekas ya tapi maksudnya rumah kedua.

“Mereka cari untuk second home, ada yang untuk investment saja,” ungkap Executive Assistant to Principal Ray White Seminyak Widyati Indaryana menjelaskan motivasi para investor properti.

Banyak para investor yang mencari mulai dari villa sederhana yang ada di gang kecil hingga rumah mewah. Tentunya properti tersebut memang bertempat di lokasi yang bagus seperti di Seminyak, Petitenget, Canggu dan lain sebagainya.

Namun, tidak sedikit pula investor properti yang memilih beli tanah di Bali ketimbang beli rumah, maklum karena harga tanah memang lebih murah kalau dibandingkan dengan membeli rumah yang mahal.

Menurut Widyati Indaryana, saat pandemi covid-19 ini keinginan para investor properti sedikit berubah. Indvestor dari Indonesia pun masih aktif berinvestasi, meraka berasal dari Surabaya, Jakarta hingga Medan.

Sebelumnya, banyak investor asing mencari properti di Bali, biasanya yang telah memiliki pasangan warga negara Indonesia. Lokasinya pun beragam tergantung selera masing-masing, ada yang di Canggu dekat pantai, ada pula yang di Ubud dekat sawah yang hijau.

Kalau soal harga, memang sih yang deket pantai lebih mahal ketimbang yang tidak deket pantai.

Disadur dari rumah123.com

Categories: Investasi

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *