Tahun ini pemerintah mewajibkan semua perusahaan swasta untuk memberi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerjanya secara full. Karena kebijakan tersebut, Marine Novita selaku manajer rumah.com punya ide yaitu sebaiknya THR digunakan secara bijak, buat beli rumah misalnya.

“Apalagi menurut studi Rumah.com, saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah,” ungkap Marine dalam keterangannya, Jumat (14/04/2021).

Berdasarkan Permanaker Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 3 Ayat 1, besaran THR yang didapatkan pekerja adalah satu bulan gaji penuh jika pekerja telah bekerja selama 12 bulan atau lebih. Sedangkan yang belum sampai 12 bulan, maka besarannya menyesuaikan masa kerjanya.

Menurut Marine, dengan THR yang full gaji sebulan tersebut bisa dipakai buat tambahan dp rumah walaupun memang tetap harus mengetahui pengeluaran riil tahunan dulu.

Menyisihkan THR untuk dp rumah adalah hal yang tepat mengingat ini bukan sekedar keinginan melainkan sebuah kebutuhan, jangka panjang pula.

Belum lagi harga rumah maupun hunian lainnya yang secara umum tiap tahun naik terus gak turun-turun dan dengan angka lebih tinggi dari inflasi.

Nah, biar bisa menyisihkan dana THR buat dp rumah, Kita bisa mensimulasikannya seperti ini, 30 persen dana THR buat keperluan bulanan, 30 persennya lagi buat lebaran, dan 40 persen sisanya buat dp rumah, gampang kan.

“Namun jika jumlah THR-nya terbatas dan ingin mewujudkan rencana membeli rumah, maka rayakan Lebaran dengan sehemat mungkin,” ujar Marine.

Harga turun

Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1-2021 menunjukkan terjadinya penurunan harga properti dan kenaikan suplai properti. Artinya pasar masih dalam situasi buyer’s market. Belum lagi kebijakan pemerintah soal dp 0 persen dan bebas PPN 100 persen.

“Sehingga bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat termudah untuk membeli hunian,” ujar Marine .

Penurunan di sejumlah wilayah mengakibatkan turunnya indeks harga pada Q4-2020. Seperti pada RIPMI-H untuk wilayah DKI Jakarta turun sebesar 1,19 persen, Jogja sebesar 1,96 persen (quarter-on-quarter), Jawa Timur sebesar 1,47 persen (quarter-on-quarter).

DKI Jakarta sendiri mengalami penurunan secara merata di kisaran 1,2 persen per kuartal. Jakarta Pusat turun sebesar 2,2 persen (quarter-on-quarter), Jakarta Utara sebesar 1,6 persen (quarter-on-quarter). Turunnya harga di kedua wilayah Jakarta ini mencakup segmen apartemen dan rumah tapak.

Ditambah lagi harga di kedua wilayah jakarta tersebut memang sudah dari sananya tinggi, sedangkan yang aktif saat ini adalah konsumen di range harga menengah dan atas.

“Permintaan properti untuk hunian saat ini ada di kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 1,5 miliar,” kata Marine.

Oh ya, wilayah lain yang juga menggiurkan adalah Kabupaten Tangerang, pada Q4-2020 lalu indeks harganya turun sebesar 2,1 persen secara kuartalan.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *