Kini penggunaan material bangunan yang bobotnya ringan makin populer lho gaes. Gak cuman baja ringan, tapi ada juga bata ringan. Material bahan baku pembuat dinding tersebut mulai diminati dan menyaingi permintaan bata konvensional.

Bata ringan bersifat ringan tapi tetap kuat sehingga tetap tahan terhadap goncangan menjadi satu dari sekian banyak keunggulan bata ringan. Kualitas materialnya pun juga lebih terjamin.

Bata ringan adalah material fabrikasi yang dibuat dengan menggunakan mesin canggih, terbuat dari beton (semen, pasir kuarsa, dan gipsum) yang dicampur dengan pasta alumunium. Beda dengan batako atau bata merah yang proses pembuatannya masih tradisional.

Masih banyak lagi keuntungan yang bisa didapatkan dari bata ringan, simak penjelasan komplitnya di sini!

Dua Jenis Bata Ringan

Bata ringan juga dikenal dengan nama pasarnya, yaitu bata celcon atau bata hebel. Ada dua jenis bata ringan yang umum digunakan sebagai bahan baku penyusun dinding bangunan, yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC).

Keduanya dibuat dari campuran material yang sama, cuma komposisi tiap materialnya beda serta proses pengeringannya juga beda. AAC dikeringkan dengan tekanan tinggi kalau CLC secara alami.

Seberapa cepat produktivitas pemasangan dan besar biaya yang dikeluarkan ditentukan dari jenis bata ringan yang dipilih. Bata ringan AAC jauh lebih cepat dari bata ringan CLC, tetapi membutuhkan biaya yang lebih besar dalam pemasangannya.

Insulator yang Baik

Yang membuat bata ringan memiliki bobot yang ringan adalah pori-pori di permukaan bata ringan. Dan ternyata, pori-pori tersebut juga mampu menyerap panas udara dari luar bangunan dan mempertahankan suhu dingin di dalam ruangan.

Ditambah lagi, bata ringan juga termasuk material bangunan yang kedap suara sehingga mampu menangkis suara bising masuk ke dalam ruangan karena bentuknya cukup solid dan padat.

Ketahanan Sekuat Beton

Dimensi dan bentuk bata ringan memang gak jauh beda dengan batu bata konvensional, tetapi bobot bata ringan 3 kali lebih ringan ketimbang bata merah dan batako.

Bata ringan pun memiliki ketahanan yang sama kuatnya dengan beton karena memang terbuat dari campuran bahan yang sama dengan bahan pembuat beton.

Ketahanan bata ringan pun juga sudah memenuhi standar bahan bangunan anti gempa. Tak heran, kalau bata ringan pada mulanya lebih populer digunakan sebagai bahan bangunan untuk gedung-gedung bertingkat dan mall.

Finishing Dinding Lebih Gampang

Dinding dari bata merah perlu dilapisi dengan plester aci untuk memperhalus permukaannya dalam tahapan finishing pembuatan dinding. Sedangkan bata ringan sudah memiliki tekstur permukaan yang halus dan rata, jadi gak perlu perlapisan tebal pada permukaannya. Bahkan, bata ringan bisa langsung dicat lho, atau kalau Kamu ingin tampilan dinding ekspos ya dibiarkan aja terbuka.

Proses Pemasangan Lebih Cepat

Bata ringan memiliki dimensi yang lebih presisi (2mm per bata) dan tingkat kerataan permukaan yang lebih baik ketimbang bata yang dicetak dengan cara tradisional. Tentu saja keunggulan ini dapat mempercepat proses pengerjaan konstruksi bangunan.

Pemasangan bata ringan lebih mudah lantaran bobotnya yang ringan, hasilnya pun lebih rapi. Tetapi, untuk merekatkan bata ringan satu dengan yang lain membutuhkan cairan perekat khusus berupa mortar atau semen instan.

Menghemat Biaya Pembangunan Rumah

Ketimbang bata merah, harga satuan bata ringan memang lebih mahal. Tetapi, Kamu bisa menghemat biaya pemakai plester sampai 50 persen jika Kamu memilih menggunakan bata ringan sebagai material untuk membangun rumah.

Proses pemasangan yang lebih praktis dan cepat tentu dapat mengurangi biaya harian pekerja.

Seperti itulah kelebihan-kelebihan bata ringan. Jadi gimana, Kamu tertarik gak pakai bata ringan buat mendirikan rumah impian Kamu ?

Disadur dari dekoruma.com




0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *