Guna mencari pola-pola pembangunan yang efektif, efisien dan murah. Program-program bantuan perumahan dari pemerintah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga dibarengi dengan penggunaan teknologi alternatif khususnya untuk penggunaan material bahan bangunan.

Salah satunya adalah teknologi lapisan ferosemen, sebuah metode perkuatan bangunan rumah berupa pasangan kawat (wiremesh) sebagai lapisan perkuatan pada dinding pasangan bata dan untuk menambah kekuatan struktur serta mengurangi atau menghilangkan tulangan baja. Metode ini juga bisa mendukung kekuatan bangunan terhadap gempa.

Salah satunya seperti pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program bedah rumah ala pemerintah ini menggunakan teknologi lapisan ferosemen guna menguatkan struktur rumah yang dibedah.

Khalawi Abdul Hamid selaku Dirjen Perumahan Kementerian PUPR menilai, pemanfaatan teknologi lapisan ferosemen untuk rumah yang dibedah ini diharapkan bisa lebih memenuhi persyaratan layak huni khususnya dari segi keselamatan bangunan, meminimalisir kerusakan bangunan, dan keselamatan penghuni terhadap dampak bencana alam yang terjadi.

“Kami akan terus mendorong pelaksanaan program BSPS di seluruh wilayah Indonesia bukan hanya untuk meningkatkan hunian yang tidak layak huni menjadi layak huni tapi juga dengan penerapan teknologi yang bisa meningkatkan kualitas, proses pembangunan yang lebih efisien, hingga produk terbaik yang bisa dihasilkan,” kata dia.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan program BSPS ini karena hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan jumlah bantuannya pun juga meningkat yang semula Rp 17,5 juta pada tahun lalu, tahun ini menjadi Rp 20 juta per unit rumah. Peruntukkannya sebesar Rp 17,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta sisanya untuk upah tukang.

Alwi Mahdali selaku Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo menambahkan, program BSPS di Gorontalo ini telah menerapkan teknologi lapisan ferosemen dan hasilnya kualitas rumah yang dibangun meningkat.

“Total alokasi program BSPS di Gorontalo sebanyak 1.260 unit Provinsi Gorontalo dann 750 unit di Kabupaten Gorontalo dan semuanya telah menggunakan teknologi lapisan ferosemen. Bangunan bisa terlihat lebih kokoh dan masyarakat penerima bantuan juga senang karena rumahnya lebih rigid,” ungkapnya.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *