Belum lama ini, jagat dunia maya burung biru alias Twitter lagi heboh soal cuitan harus punya rumah di usia 40 tahun. Kehebohan tersebut bermula dari cuitan Ligwina Hananto, seorang Lead Financial Trainer dari QM Financial.

Ligwina pun menjelaskan maksud cuitannya biar para netizen +62 yang budiman mendapatkan pencerahan. Maksudnya adalah yang penting untuk bisa punya rumah di usia 40 tahun ialah memiliki daya.

“Penting untuk punya daya. Saat berdaya akan punya motivasi diri untuk berusaha, uang belakangan. Tentu saja artinya narasi punya rumah sebelum umur 40 ini untuk orang-orang yang berdaya,” ungkap blio kepada detikcom, kemarin Sabtu (19/6/2021).

Ligwina melanjutkan, angka 40 itu juga berangkat dari hitungan financial. Jadi, biasanya kredit pemilikan rumah (KPR) berjangka 10-15 dan orang-orang pensiun di umur 40 tahun. Nah, kalau ambil KPR pas umur 40 tahun, 15 tahun kemudian pas pensiun pas lunas juga cicilannya.

“Beli rumah tentu saja perlu dilakukan saat mampu. Nggak mau buru-buru nggak apa-apa. Tapi jangan terlena sampai nggak beli dan pensiun tanpa tempat tinggal layak,” ungkapnya.

Ligwina menjelaskan, beli rumah gak harus sendirian bisa patungan bareng keluarga, nanti rumahnya ditempati bersama.

“Saat susah banget beli properti hunian karena mahal dan penghasilan terbatas, mungkin sudah waktunya memikirkan upaya ini dilakukan komunal. Nabung bareng kakak, adik, ortu, belinya juga bareng. Kepemilikan dan penempatan bareng,” ungkapnya.

Gaji UMR sebenarnya juga tidak masalah karena tidak harus membeli rumah di kota, bisa membeli rumah di kampung halaman misalnya.

Ligwina juga menyebutkan soal konsep hidup mandiri dan komunal. Komunal itu maksudnya seseorang lebih memilih hidup bareng keluarga besar dalam satu rumah ketimbang beli rumah sendiri

“Di beberapa kasus, ini malah jadi yang terbaik, karena keluarga ingin tinggal di dalam kota, rumah di pinggiran malah dikontrakkan,” kata dia.

Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, memiliki rumah di masa pensiun itu penting soalnya menyangkut kesejahteraan juga.

Mohon maaf nih, bayangin aja sudah pensiun tapi masih ngontrak, kan ada resiko diusir dari kontrakan. Kalau sudah punya rumah sendiri kan aman. Tetapi memang semua pilihan kembali ke diri masing-masing, enaknya gimana Kita sendiri yang tahu.

“Hitungan finansial mungkin saklek dan sadis ya kelihatannya. Tapi kan cuma hitungan. Kejadiannya selalu ada faktor rezeki dan kesempatannya yang memudahkan kepemilikan rumah ini,” pungkas Ligwina.

Disadur dari finance.detik.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *