Dalam acara ngobrol bareng Prolab Property Kembali Menjawab (PPKM), Senin (12/7/2021) kemarin, seorang arsitek bernama Rekotomo Prasetyo menyebutkan bahwasanya pandemi ini telah mengubah konsep arsitektur dari waktu ke waktu.

“Pandemi membentuk perubahan dan fungsi dalam sebuah desain hunian dan selebihnya mengubah lanskap sebuah kota,” kata blio.

Pada jaman dulu kala ketika pandemi kolera dan tifus pada abad ke-19, muncul sebuah regulasi yang mewajibkan setiap hunian untuk memiliki toilet. Kemudian di rumah sakit, terdapat terobosan kenop pintu dari material kuningan yang dikenal dengan sifat anti-bakterinya.

Lain lagi pas terjadi pandemi tuberculosis pada tahun 1820. Hunian yang dijadikan sebagai tempat isolasi para penderita tuberculosis dirancang memiliki bukaan tinggi dan lebar agar cahaya dapat masuk.

Prasetyo menjelaskan, desain sebuah bangunan sekarang juga turut dipengaruhi oleh perubahan perilaku manusia selama pandemi Covid-19 ini. Misalnya seperti hunian yang dipasarkan oleh pengembang harus memiliki area untuk berjemur serta sarana olahraga.

Kemudian fleksibilitas bagian interior rumah juga harus bisa digunakan sebagai kantor serta wajib memiliki bukaan terutama ke arah mentari pagi.

“Material bangunan pada masa pandemi ini akan lebih cenderung kepada material yang anti-bakteri. Sementara fasilitasnya akan lebih digital dan bisa dikendalikan langsung dari smart phone,” terang Rekotomo.

Tidak hanya hunian pribadi yang berubah, desain rumah sakit, kantor hingga lanskap kota pun juga turut bakalan berubah. Kita ambil contoh di kantor misalnya, demi memastikan kesehatan dan keamanan masing-masing maka jarak antar-karyawan akan diatur semakin melebar serta lebih banyak lagi ruang terbuka.

Sedangkan untuk rumah sakit, dalam masa pandemi ini kebutuhan rumah sakit semakin meningkat, maka untuk mengejar kebutuhan tersebut material konstruksinya akan diperbarui menjadi material yang bisa cepat dikerjakan

“Desain lanskap kota secara keseluruhan juga akan berubah. Ruang-ruang terbuka akan lebih sedikit untuk menghindari terjadinya kerumunan,” tandas Rekotomo.

Disadur dari kompas.com





0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *