Banyak juga lho orang yang suka berinvestasi di bidang properti atau real estate. Ini adalah salah satu investasi yang menjadi pilihan masyarakat dunia. Tapi, lagi masa pandemi ini kan pasti bikin para investor lebih berhati-hati.

Namun, kalau Kamu tetap kekeuh pengen berinvestasi di sektor properti di masa sulit ini, perhatikan lima hal ini dulu ya!

1. Ketahui ke Mana Arah Investasi

Ada banyak cara untuk berinvestasi, tetapi kunci untuk memulai dengan langkah yang benar adalah dengan memilih investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu yang bisa dipertimbangkan misalnya adalah sebuah kantor grade A dan fasilitas co-working yang lebih dekat dengan pemukiman.

Secara historis, banyak peminat di sektor komersial sedangkan properti residensial baik untuk hunian atau investasi jauh lebih mudah diakses oleh sebagian besar investor.

2. Pilih Kota dan Lokasi dengan Bijak

Pastikan Kamu memilih kota yang tepat jika niatmu beli properti memang untuk investasi, tidak dipakai sendiri. Ini penting karena berhubungan dengan kinerja aset dalam jangka panjang.

Gampangnya begini, kota yang memiliki kombinasi yang tepat antara SDM dengan produk properti. Banyaknya tenaga kerja berbasis pengetahuan dan biaya real estate yang relatif rendahlah yang cenderung memiliki peluang.

Atau dari sektor perumahan misalnya, adalah pertumbuhan populasi dan permintaan serta pertumbuan pendapatan rumah tangga.

Selain kota dan lokasinya, ada hal penting lainnya yang harus diperhatikan, yaitu pasar mikro. Pasar mikro yang terbaik adalah yang letaknya dekat dengan para pekerja serta akses yang mudah ke fasilitas sosial budaya, seperti rumah sakit, sekolah, atau mal.

Di samping itu, konektivitas pun juga termasuk faktor penting lainnya yang sanggup mendongkrak nilai pasar suatu daerah, apalagi kalau jaraknya berdekatan dengan stasiun.

3. Lihat Desain, Kualitas, serta Fasilitas

Semenjak adanya pandemi ini mulai dikenal istilah Work From Home alias WFH. Kondisi ini kemudian bisa menjadi peluang untuk berinvestasi.

Ketika mendesain interior tidak hanya memerhatikan sekadar area karpet dan alokasi ruang untuk furnitur melainkan ruang untuk gerak pun harus dipikirkan.

Sementara itu, fasilitas luar ruangan juga harus diperhatikan bahkan jika perlu disediakan fasilitas olahraga. Rancanglah properti dengan baik supaya banyak orang yang tertarik. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meraih kesuksesan.

4. Cari Harga yang Transparan

Harga pembeli sering dihubung-hubungkan dengan kemampuan seseorang untuk tawar-menawar dengan pengembang. Kita harus meninjau proyek yang ditawarkan oleh pengembang dengan melihat transparansi serta keadilan dalam penetapan harga dari pengembang.

Harga ini terkait dengan nilai unit yang mendasarinya dan hal inilah yang nantinya bakal memastikan seseorang akan membeli atau menjualnya di kemudian hari.

5. Cari Waktu yang Tepat

Real estate memang menjanjikan, ia adalah kelas aset yang stabil dan aman. Tetapi tetap saja investasi ini mempunyai kekurangan di pencairan ketimbang dengan deposito tetap.

Memang ada banyak opsi yang tersedia untuk mendaftar dan menjual properti secara online. Tetapi, dalam banyak kasus transaksi menunjukkan bahwa transaksi terakhir bergantung pada pemeriksaan fisik properti.

Sejak awal pandemi, milenial adalah pembeli yang memperoleh persentase cukup besar dari transaksi real estate. Bisa saja tren ini bakalan berlanjut di kedepannya.

Disadur dari liputan6.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *