Ada tahapan-tahapan yang harus Kamu lalui ketika mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, salah satunya adalah proses interview alias wawancara.

Mungkin Kamu kira ini mudah, toh tinggal jawab aja. Tapi, eits tunggu dulu, kalau Kamu keliru bukan tidak mungkin pengajuan KPR subsidimu ditolak oleh bank.

Wawancara ini berfungsi agar bank mengetahui sejauh mana kemampuanmu sebagai calon kreditur untuk membayar cicilan selama masa tenor.

Biar Kamu lebih siap, Kita ada nih sedikit ulasan yang memberikan gambaran pertanyaan umum yang biasa dilontarkan oleh bank ketika wawancara.

Oh ya, sebelumnya Kamu juga harus tahu bahwa Kamu tidak boleh berbohong ketika menjawab pertanyaan. Pasalnya, bank bisa saja mengecek ulang dan kalau Kamu ketahuan bohong, ya wassalam, pengajuanmu pasti ditolak.

Ok, yuk langsung Kita bahas.

4 Pertanyaan Umum Saat Wawancara KPR Subsidi

1. Jenis Pekerjaan atau Mata Pencaharian

Pertanyaan yang kerap dilontarkan bank adalah soal pekerjaan. Kamu akan diberondong berbagai macam pertanyaan, seperti kerja di mana, karyawan tetap atau masih kontrak, sudah bekerja berapa lama, dan lain-lain. Ya, macem interogasi calon mertua lah, hehe.

Biasanya bank tertarik kepada kreditur yang sudah mapan, yang telah memiliki status pegawai tetap. Tapi, semisal Kamu masih pegawai kontrak Kamu jangan berkecil hati. Jelaskan saja sejujurnya, beritahukan kapan masa kontrak berakhir dan mendapat status pegawai tetap.

2. Penghasilan Secara Keseluruhan

Setelah pekerjaan, pastinya soal gaji/pendapatan. Bank akan bertanya soal pendapatanmu secara keseluruhan dalam satu bulan. Bila Kamu punya pendapatan dari pekerjaan sampingan maka Kamu mesti menjelaskannya ke bank.

Pertanyaan ini berfungsi untuk mengukur kemampuanmu ketika membayar cicilan. Idealnya, cicilan KPR per bulannya sebesar 25 – 30 persen.

Sekali lagi, Kamu harus jujur lantaran bank bisa saja mengecek pendapatanmu lewat slip gaji.

3. Pengeluaran Tiap Bulan

Setelah pemasukan, tentunya pengeluaran. Bank akan bertanya terkait pengeluaranmu tiap bulan. Ini penting dalam menggambarkan kesiapanmu membayar cicilan KPR.

Jelaskan saja pendapatanmu tiap bulannya lari kemana, misal bayar listrik, air, kontrakan, internet, dan lain sebagainya.

4. Utang dan Cicilan Lain

Ini juga tak kalah penting, yaitu soal utang dan cicilan lainnya. Katakanlah Kamu punya tanggungan cicilan motor misalnya, komunikasikan ke bank. Jawab yang jujur, utuh dan menyeluruh.

Ingat, bank juga bisa melakukan cross check ke bank Indonesia. Di sana bank bisa melihat seluruh history/riwayat utang dan cicilanmu saat ini. Jadi, jawab jujur ya.

Perlu diketahui, pertanyaan-pertanyaan di atas cuma gambaran umumnya saja. Tiap bank tentu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berbeda.

Tips Menjawab Pertanyaan Ketika Proses Wawancara KPR

Biar Kamu makin pede, berikut tips singkat menjawab pertanyaan wawancara KPR:

  1. Tenang
  2. Berpenampilan rapi
  3. Jawab dengan mantap
  4. Jangan berbohong
  5. Hindari jawaban yang bertele-tele
  6. Perhatikan etiket ketika melakukan wawancara.

Semoga bermanfaat.

Disadur dari 99.co


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *