Dalam menyambut pergantian tahun yang tinggal menghitung hari ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyiapkan desain rumah yang cucok meong.

Dikutip dari Architectural Digest, Minggu (12/12/2021), mirip dengan evolusi mode dalam beberapa tahun terakhir ini, kini desain interior juga turut lebih menunjukkan ekspresi pribadi.

“Dibanding dengan tren tertentu yang sedang menurun, kami melihat adanya garis kabur antara dua gaya berbeda,” ungkap Gemma Riberti, head of interiors di WGSN.

Contohnya, garis antara desain minimalis dengan maksimalis yang mengarah pada pendekatan interior yang sangat personal dan lebih bernuansa.

Namun, masih ada prediksi desain interior lainnya yang bakalan jadi tren di tahun depan, apa saja ya ? Cekidot skuy!

Palet lanskap

Direktur editorial di The Trend Curve, Michelle Lamb menyampaikan, bahwasanya ornamen organik alam dan skema warna alami dapat mengurangi stres, detak jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kreativitias hingga bikin perasaan jadi lebih hepi.

“Mungkin karena manusia tidak pernah membutuhkan kekuatan penyembuhan alam lebih dari yang kita lakukan saat ini, ada pencarian untuk mengambil pendekatan ini lebih dalam,” ungkap Lamb.

Menurut Lamb, ke depannya bakalan ada lebih banyak warna yang terinspirasi dari hutan yang digunakan bersama dengan kayu alami, batu, bambu, rotan, rumput kering dan motif bunga serta dedaunan.

Mendukung penjelasan tersebut, Riberti Lisa White selaku direktur kreatif dan direktur interior di WGSN, menjelaskan bahwa tahun depan nuansa terakota juga bakalan diminati. 

“Kami bahkan melihat produk didaur ulang dengan indah dengan dicelupkan ke dalam cat terakota,” terang White.

Strategi sensorik

Nantinya interior tidak hanya soal estetika visual saja, tidak hanya soal sedap dipandang, melainkan tahun depan juga bakalan mengeksplorasi semua indera termasuk penciuman. Saat ini pun sejumlah brand juga telah memproduksi aksesoris wewangian untuk rumah, seperti diffuser.

“Aroma telah menjadi pusat perhatian selama pandemi dan orang-orang mengharumkan area tertentu di rumah mereka dengan aroma yang berbeda sebagai cara untuk menghuni ruang dengan semua indera mereka,” ujar White.

Ramos seorang CEO The Ideatelier juga menyampaikan, sentuhan, komposisi dan stimulasi sensorik dapat mempengaruhi pilihan orang dalam produk interior.

“Pengalaman sensorik itu dinamis dan unik secara individual, namun diinginkan di banyak tingkatan,” ungkap Ramos.

Karena itulah, bisa jadi ke depannya ruang tamu akan dirancang dengan memperhatikan aroma yang dapat memberikan rasa ceria dan nyaman, kamar tidur dengan aroma jeruk untuk ketenangan, dan kantor dengan aroma yang mampu meningkatkan ketajaman mental.

Kurva

Perabotan dengan dominasi berbentuk kurva dapat memberikan kesan nyaman di dalam rumah. Desainnya tidak mesti selalu dramatis. Yang penting adalah bentuk yang nyaman, melengkung dan ramah bagi penghuninya.

“Tidak harus montok dan berlebihan, tetapi lembut untuk mata dan tangan untuk menciptakan suasana santai dan nyaman secara keseluruhan di dalam ruangan,” tandas White.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *