Seiring perkembangan zaman, teknologi konstruksi rumah juga semakin berkembang. Salah satu teknologi hasil pengembangan Balitbang Puslitbangkim Kementerian PUPR yang sudah diterapkan pada berbagai proyek yaitu rumah instan sederhana sehat (RISHA).

Terus, RISHA itu apa sih ?

Sebagaimana dikutip dari sejumlah situs resmi Kementerian PUPR, RISHA merupakan rumah layak huni dan terjangkau dengan konsep konstruksi knock down.

Cocok banget nih buat temen-temen dari golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), korban bencana, hingga rumah darurat.

Prinsip kerjanya sendiri adalah RISHA dibangun pada dua tempat, yaitu industri komponen dan installing di site. Kedua proses tersebut juga bisa dilakukan secara paralel.

Pada waktu lokasi disiapkan pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur, maka komponennya dibuat di workshop. Setelah siap dan lokasi telah matang, maka komponen dibawa dan dirakit di site.

Teknologi RISHA ini mirip-mirip seperti lego yang bisa dibongkar pasang. Komponennya dibuat secara pabrikasi dengan konstruksi penyusun rumah berdasarkan ukuran modular.

Proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut sehingga bisa selesai dalam waktu yang cepat.

Meski begitu, dari segi kualitas juga dinilai terjamin karena sebagian besar material adalah fabrikasi, sehingga dapat meminimalisir faktor kesalahan manusia.

Dari segi biaya pun juga terbilang cukup kompetitif. Sekitar Rp 50 juta per unit tipe 36 dan sudah lengkap dengan kamar mandi.

Seperti yang sudah disinggung di atas, sejatinya teknologi RISHA ini memang dirancang sedemikian rupa agar biaya produksi dan pemasangannya tidak membebani masyarakat.

Teknologi RISHA bisa diaplikasikan pada rumah dengan satu lantai maupun dua lantai. Tentunya tetap harus mengacu pada pedoman konstruksi yang berlaku.

Secara keseluruhan, berikut adalah beberapa keunggulan dari pembangunan rumah yang menggunakan teknologi RISHA:

  • Bangunan ramah dan tahan gempa
  • Waktu pembangunan instalasi lebih cepat, bisa sampao 10x lebih cepat dari pembangunan rumah biasa
  • Jumlah tenaga kerja untuk merakit teknologi ini membutuhkan 3 orang saja. Sehingga dapat mendorong peningkatan produktifitas kerja
  • Kemudahan dalam penjaminan mutu, karena terukur dan terkonsentrasi proses produksinya. Terutama pada pembangunan skala masal, satu bangunan dengan bangunan lainnya akan memiliki mutu yang sama
  • Teknologi RISHA lebih ramah lingkungan (hemat sumber daya alam, hemat energi, hemat pemeliharaan, hemat waktu) karena hanya mengonsumsi sekitar 60 persen bahan bangunan dibandingkan dengan teknologi konvensional.
  • Karena mengacu pada ukuran modular, sehingga bahan bangunan yang terbuang relatif sangat kecil
  • Membuka peluang lapangan pekerjaan baru, disektor industri komponen bahan bangunan, terutama bagi UKM
  • Bisa dikembangkan pada arah horizontal maupun vertikal sampai dengan dua lantai, tanpa harus merubah bagian bawah.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *