Setiap rumah umumnya sudah memiliki septic tank dan terkubur di dalam tanah. Temen-temen pastinya sudah pada tahu fungsinya kan, yak septic tank adalah sebuah tangki kedap air yang berfungsi untuk menampung serta mengolah limbah kotoran manusia.

Tujuan tangki ini diciptakan tentunya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, sehingga agar dapat berfungsi maksimal harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan risiko buruk untuk penghuni rumah.

Lantas, apa saja sih risiko jika septic tank tidak pernah disedot atau dikelola dengan baik?

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (15/2/2022), Direktur Utama Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah Jakarta Raya (PD PAL Jaya) Aris Supriyanto menyampaikan, septic tank bisa mengalami kebocoran jika tidak pernah disedot dalam jangka waktu yang lama.

Tangki ini mengandung puluhan miliar mikroba, maka rembesan septic tank ke tanah bisa berisiko mencemari sumber air. Apalagi kalau septic tank tersebut letaknya dekat dengan sumber air di rumah, waduh potensi pencemarannya bisa lebih gede lagi dong.

“Jadi akibatnya bakteri E-Coli akan mencemari air yang kita gunakan sehari-hari di rumah” terang Aris kepada Kompas.com, Selasa (21/12/2022).

Selain pengelolaannya yang buruk, septic tank juga bisa mengalami kebocoran apabila konstruksi tangkinya tidak dibuat dengan baik dan tak memenuhi syarat teknis.

Karena itulah, pembuatan septic tank harus dilakukan dengan cermat, hati-hati dan tentunya selalu mengikuti prosedur pengerjaan yang telah dibuat oleh ahli.

Hanya saja letak septic tank yang di dalam tanah sehingga tidak terlihat dan fungsinya yang hanya sebagai penampung limbah kotoran kerap kali membuat pemiliknya merasa abai untuk melakukan pengelolaan.

“Sedot lumpur septic tank itu seharusnya dilakukan secara berkala, setidaknya satu kali dalam satu tahun,” ungkap Aris menjelaskan.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *