Bagi sebagian besar masyarakat membeli produk properti tentu membutuh usaha yang luar biasa karena memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu masyarakat harus ekstra hati-hati dan cermat dalam membeli properti.

Berbagai masalah seperti spesifikasi rumah yang tidak sesuai, pembangunan molor, legalitasnya berantakan, bahkan sampai batal dibangun atau malah pengembangnya kabur entah kemana. Wah, kalau gini boro-boro punya rumah impian, yang ada malah bencana, haduh.

Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), sejak empat tahun terakhir kasus-kasus yang terjadi seputar permasalahan perumahan terus meningkat. Berbagai permasalahan telah muncul bahkan pada saat tahap perencanaan proyek, land clearing, pelepasan hak, sertifikasi, progres pembangunan, penjualan, hingga proses serah terima.

Hadiana Sopandi selaku Ketua Bidang Perumahan Syariah DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menyebutkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan properti yang dibeli aman.

“Pertama wajib melakukan cek status lahan dan sebagai konsumen jangan sungkan-sungkan untuk banyak bertanya terkait legalitas proyek. Tidak perduli developer besar atau kecil, yang kita beli itu produknya maka tenaga marketing harus bisa menjelaskan mengenai status maupun legalitas proyeknya,” ungkapnya.

Selain itu, pengembang yang baik juga harus dapat menjelaskan sejauh mana pengurusan sertifikat. Hal berikutnya yaitu terkait proses perizinan dan sebagai konsumen harus bisa dilihat dengan mata sendiri di lapangan seperti apa kondisinya.

Kita juga jangan mudah percaya, entah itu yang menawarkan adalah pengembang besar, tokoh besar, atau mungkin terdapat tagline syariah. Yang terpenting adalah produknya harus jelas dan kalau mau aman, yang yang harus dipegang dan dipercaya itu adalah apa yang Kita lihat.

Sebaliknya apabila penawaran datang dari pengembang kecil tetapi dapat menunjukkan berbagai legalitas maupun progresnya maka produk seperti inilah yang justru lebih aman.

“Tentu kita tidak bisa pukul rata semuanya, sama seperti di jalanan itu ada yang celaka tapi lebih banyak yang selamat. Kalau kita kebetulan pernah mengalami yang celaka untuk urusan beli properti, tentu sangat tepat bertanya juga kepada yang selamat. Jadi kita juga harus introspeksi, kenapa kita kemarin bisa celaka, mungkin ada cara yang salah,” papar Hadiana.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *