Dalam mendesain sebuah bangunan tentunya Kita gak bisa asal-asalan, ada ilmunya. Banyak sekali komponen vital termasuk diantaranya adalah struktur kolom. Pada dasarnya ada 2 jenis kolom dalam proses pembangunan, yaitu kolom praktis dan kolom utama.

Melansir dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, kolom adalah suatu elemen struktur tekan yang berperan penting dari suatu bangunan.

Kolom berfungsi agar bangunan tidak mudah roboh, ibaratnya seperti kerangka pada tubuh manusia. Kalau terjadi kerusakan pada kolom akibatnya ya, wassalam.

1. Perbedaan kolom utama dan kolom praktis

Kolom utama berukuran besar, atau pipih namun panjang, ditambah dengan pondasi yang dalam. Kolom utama memiliki andil besar dalam menopang seluruh bagian bangunan secara vertikal.

Kolom praktis tersembunyi dalam dinding dan tidak terlihat dari luar sehingga hanya berfungsi menahan dinding dari gaya melintang agar tidak roboh.

Singkatnya, kolom utama untuk menopang balok dan lantai bangunan sedangkan fungsi kolom praktis untuk memperkuat dinding agar tetap berdiri.

2. Kolom Utama

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kolom utama berfungsi untuk menyanggah beban utama seperti balok dan lantai bangunan. Biasanya terpasang dalam jarak 3,5 meter supaya dimensi balok untuk menopang lantai tidak begitu besar.

Jarak 3,5 meter ini sebenarnya sudah ideal untuk rumah tinggal. Jika lebih dari itu harus dilakukan perhitungan struktur bangunan terlebih dahulu sebelumnya.

Untuk bangunan tinggal 2 lantai biasanya menggunakan ukuran 20/20 dengan tulangan pokok 8d 12mm, yang berarti jumlah besi beton diameter 12mm sebanyak 8 buah. Serta begel d8-10 cm, yang berarti begel diameter 8 dengan jarak 10 cm.

3. Kolom praktis

Kolom praktis berfungsi untuk membantu kolom utama. Biasanya jarak kolom ini dalam standar bangunan perumahan berjarak antara 3 hingga 4 meter. Biasanya rangka kolom ini dalam posisi vertikal untuk menopang beban balok.

Keberadaan kolom ini supaya bangunan memiliki ketahanan yang stabil serta meminimalisir risiko terjadinya keruntuhan bangunan akibat guncangan. Jarak maksimum kolom praktis adalah 3,5 meter, atau pada sudut-sudut pertemuan pasangan bata.

Kolom praktis menggunakan ukuran 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10mm, yang berarti jumlah besi beton diameter 10 mm sebanyak 4 buah. Serta begel d8-20 cm, yang berarti begel diameter 8 dengan jarak 20 cm.

Semakin ke atas ukuran kolom boleh makin kecil lantaran sesuai dengan beban bangunan yang didukung dimana semakin ke atas juga makin kecil

Disadur dari rumah123.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *