Salah satu bagian penting pada rumah adalah dinding. Dinding ini memiliki banyak macam fungsi mulai dari membentuk dan memisahkan ruangan, mendefinisikan ruangan, meredam suara hingga melindungi penghuninya dari hujan, sinar matahari, bahkan binatang. Eits, tak lupa dinding juga memiliki fungsi artistik lho.

Manfaatnya banyak banget kan, yuk gali lebih dalam apa aja sih material yang digunakan untuk membuat dinding, cekidot skuy!

1. Material batu bata

Material yang satu ini paling populer di Indonesia. Hampir di setiap tempat bahkan hingga pelosok desa pun ada pembuat batu bata. Harganya relatif murah karena bahan bakunya yang berupa tanah liat mudah didapat serta proses pembuatannya yang sederhana.

Batu bata biasanya digunakan untuk konstruksi non-struktural yang tidak menahan beban. Selain harganya yang relatif terjangkau, dinding ini juga kokoh, sejuk, tahan api, serta tidak butuh perawatan khusus.

2. Material bata ringan/hebel

Bata ringan masuk ke Indonesia tahun 1995. Bata ringan dapat menahan panas dan suara serta memiliki bobot yang jauh lebih ringan dari batu bata maupun batako.

Bata ringan kerap digunakan untuk bangunan bertingkat lantaran bobotnya yang ringan dapat mengurangi pembebanan sehingga biaya pondasi bisa dipangkas. Speci yang dibutuhkan pun sangat tipis karena ukurannya yang presisi.

Proses pengerjaannya pun relatif cepat selesai karena memiliki dimensi yang besar yaitu 60 x 20 x 10/7,7 cm, bandingkan dengan batu bata yang hanya sebesar 25 x 12 x 5 cm atau kurang.

Dengan segala kelebihannya, bata ringan juga memiliki kekurangan yaitu harganya yang lebih mahal ketimbang batu bata serta pemasangannya pun membutuhkan perekat khusus dan cat khusus.

3. Material batako 

Batako terbuat dari campuran kapur, pasir, semen dan tras. Batako berukuran lebih besar dari batu bata tetapi kekuatannya lebih rendah dari batu bata. Batako yang tidak berkualitas akan gampang pecah karena kadar semennya yang sedikit. Batako digunakan di banyak tempat sebagai alternatif  agar dapat memangkas biaya pembangunan rumah.

Dinding yang terbuat dari batako kuat dan kedap air tetapi juga menyimpan panas sehingga hunian cenderung panas dan terasa pengap. Dinding ini juga rentan terhadap guncangan sehingga jika terjadi gempa besar tentu kurang aman.

4. Material kayu

Mungkin jarang yang menggunakan dinding jenis ini karena mahal dan langkanya kayu dewasa ini. Kecuali untuk hunian di pedesaan yang desainnya sengaja bergaya country. Dinding papan kayu juga dapat digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu.

Dinding kayu memang dapat menciptakan suasanya yang hangat, natural dan sejuk tetapi perawatannya sulit. Kayu juga lebih mudah lapuk jika terkena hujan dan panas, belum lagi serangan rayap yang notabene negara Kita adalah daerah tropis.

Penggunaan dinding kayu lebih banyak ditemukan pada rumah-rumah adat, rumah joglo misalnya. Tetapi memang pada kondisi tertentu dapat juga ditemukan pada ruang karaoke, studio musik, atau villa.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *