Indonesia merupakan negara yang seringkali dilanda gempa, apalagi Banten baru saja dilanda gempa. Dengan begitu, kebutuhan akan rumah yang ramah terhadap gempa menjadi keharusan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Buat Kamu yang menetap di wilayah rentan terjadinya gempa, ada baiknya Kamu perlu mengenal teknologi konstruksi Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN).

RUSPIN merupakan teknologi pembangunan rumah dengan sistem modular yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Permukiman Kementerian PUPR.

Konsep Ruspin ini adalah membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar bisa dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

Desain bangunan rumah dengan sistem modular ini bisa diubah-ubah atau dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dari penghuninya.

Karena memakai sistem modular, RUSPIN merupakan rumah knock down, dengan proses pembangunan strukturnya dengan menggabungkan panel-panel beton pracetak dengan baut.

Tidak hanya bisa ditujukan untuk pembangunan rumah umum saja, teknologi ini juga bisa digunakan untuk penanganan perumahan pengungsi atau rumah darurat, hingga pembangunan bangunan tidak permanen, seperti direksi kit.

Sejatinya, RUSPIN sendiri merupakan bentuk pengembangan dari teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Teknologi RUSPIN dikembangkan pada 2013, sedangkan RISHA dirilis pada 2004.

Keduanya merupakan teknologi konstruksi bangunan rumah tinggal dengan komponen yang compact dan berukuran modular serta menggunakan sistem knock down alias bongkar pasang yang dapat disediakan secara pabrikasi.

Kendati demikian, RUSPIN dikatakan lebih unggul ketimbang RISHA lantaran menghilangkan simpul yang sulit dan menggantinya dengan teknologi baru yang lebih mudah dipasang.

Sehingga, saking mudahnya bisa dipelajari dan diterapkan bahkan oleh orang awam sekalipun. Tetapi walaupu mudah, tetap harus ada pengawasan ahli dalam prosesnya.

Agar lebih jelasnya, berikut ulasan-ulasan keunggulan RUSPIN:

Sederhana

Panel struktur RUSPIN memiliki bentuk sederhana, hanya terdiri 2 jenis saja baik dari segi ukuran maupun bahan bangunan.

Cepat

Dengan tujuh orang tenaga kerja belum terampil, perakitan RUSPIN dua lantai di lapangan hanya membutuhkan waktu penyelesaian total 8 hari.

Mulai dari penyiapan lahan hingga finishing, untuk struktur lantai 1 membutuhkan waktu empat hari, sedangkan untuk struktur lantai 2 juga membutuhkan 4 hari.

Fleksibel

Teknologi RUSPIN tidak hanya diperuntukkan rumah sederhana, tetapi bisa juga dikembangkan untuk rumah mewah, baik satu lantai maupun dua lantai.

Kuat

desain struktur RUSPIN dua lantai dapat digunakan pada wilayah Denpasar yang termasuk dalam wilayah gempa cukup berat. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam hasil pengujian simulasi numerik struktur RUSPIN dua lantai dengan desain konfigurasi tahun 2016.

Konsepnya, ketika terjadi reruntuhan pertama, bangunan tidak langsung roboh begitu saja dan komponen tetap memberikan perlawanan terhadap gaya.

Prinsipnya, bangunan boleh rusak, tapi tidak boleh roboh. Sehingga masih aman untuk dilakukan proses evakuasi.

Estetika

Jumlah sambungan antar komponen berkurang sehingga dapat menambah kecepatan pemasangan, jumlah penggunaan panel kolom pada pertemuan ruang berkurang dan menghasilkan ruang yang lebih luas, dan tampilan luar baut dan pelat sambungan diminimalisir.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *