Kehadiran jendela pada rumah cukup vital, bayangkan saja kalau tak ada jendela pasti kurang nyaman dan sehat. Komponen ini merupakan bagian dari kriteria rumah ideal di Indonesia. Ideal dalam arti rumah sederhana yang sehat.

Jendela memiliki peran pada aspek kesehatan dan kenyamanan penghuninya. Khususnya terkait dengan pencahayaan alami dan penghawaan udara. Karena itulah pemasangannya pun tidak bisa asal-asalan, ada perhitungannya.

Pertanyaannya, berapa sih ukuran jendela rumah yang ideal ?

Perihal jendela ideal ini telah termaktub dalam Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kepmen Kimpraswil) No. 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs Sehat).

Kriteria dari rumah sederhana sehat itu sendiri adalah terpenuhinya aspek kebutuhan luas ruangan, kesehatan, kenyamanan, keamanan, serta keselamatan.

Nah, ngomong-ngomong soal jendela, komponen rumah satu ini termasuk dalam aspek kesehatan dan kenyamanan. Rumah yang ideal mampu memanfaatkan matahari sebagai pencahayaan alami mulai dari pagi hari sampai sore hari.

Minimal sinar matahari langsung dapat masuk ke ruangan selama 60 menit setiap harinya. Khususnya ketika di pagi hari. Agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, maka ukuran jendela sebagai lubang cahaya minimal 1/10 atau 10 persen dari luas lantai ruangan.

Sedangkan untuk tinggi ambang bawah bidang bukaan (jendela) efektif antara 70-80 centimeter dari permukaan lantai ruangan.

Kemudian, untuk segi penghawaan udara, alangkah baiknya setiap ruangan di rumah menerapkan ventilasi silang. Dengan ketentuan lubang penghawaan paling tidak 5 persen dari luas lantai ruangan.

Hal senada juga tercantum dalam unggahan informasi sebagaimana dikutip dari laman resmi kotaku.pu.go.id.

Agar mendapatkan jumlah cahaya matahari secara optimal di pagi hari, alangkah baiknya jendela ruangan menghadap ke timur dengan luas minimal 10-20 persen dari luas lantai, menurut Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Pada segi penghawaan udara sendiri, luas lubang ventilasi tetap paling tidak 5 persen dari luas lantai ruangan. Sedangkan luas lubang ventilasi buka tutup sedikitnya 5 persen. Artinya, jumlah keduanya mencapai 10 persen.

Ukuran jendela ini diatur sedemikian rupa supaya udara yang masuk tidak terlalu sedikit tetapi juga tidak terlampau deras.

Selain itu, baiknya menerapkan ventilasi silang dengan menempatkan lubang hawa berhadapan antara 2 dinding ruangan. Ingat, jangan sampai ada barang-barang besar yang menghalangi seperti lemari, dinding sekat, dan lain-lain.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *