Dua tahun lalu ketika seluruh dunia mulai menerapkan aturan ketat akibat pandemi Covid-19, banyak orang yang memulai proyek aneh yang mereka tidak punya waktu atau bahkan tidak berminat sebelum Covid-19

Sebagian orang memilih proyek DIY (Do It Yourself), ada lagi yang mencari hiburan di dunia kuliner. Dan ternyata, ada juga orang yang memikirkan tentang masa depan, masa depan di mana Bumi tidak lagi dapat dihuni. Tidak mesti dalam artian yang ekstrim atau fatal, tetapi hanya sebatas penasaran saja.

Salah satunya adalah Martian, sebuah firma arsitektur yang berbasis di Ukraina yang menghabiskan hari-hari awal pandemi merancang dan membuat konsep pemukiman Mars yang dicetak secara 3D, yang mereka sebut dengan Plan C

Plan A jelas, yaitu kehidupan di Bumi, dan Plan B hanyalah sebuah proyek pengembangan bawah tanah yang secara mengejutkan menjadi berita utama di seluruh dunia.

Sedangkan Plan C merupakan konseptualisasi pembangunan dengan atau tanpa tanda-tanda kehidupan di planet Mars. Studio menggambarkannya sebagai visi mereka tentang estetika yang sebenarnya dan bukan hanya sebatas khayalan belaka.

Konsepnya adalah apakah kehidupan bawah tanah tidak hanya akan berhasil tetapi juga dapat memberikan kenyamanan, para arsitek pun juga memikirkan segalanya.

Sebagai permulaan, pemukiman itu berada di dalam kawah yang akan melindunginya dari suhu ekstrem Mars dan berbagai kondisi lingkungan yang berkisar dari badai pasir hingga radiasi matahari.

Selain bencana alam yang berpotensi fatal, kondisi dari planet itu sendiri tidak human-ready lantaran manusia membutuhkan berbagai macam alat bantu untuk sekedar mampu bertahan selama beberapa detik di permukaan Mars yang didominasi karbon dioksida.

Namun, dinding cetak Plan C dapat memungkinkan kehidupan. Plan C seperti bunker cetak 3D yang sangat protektif yang terdiri dari ruang makan, ruang penelitian, aula umum, dan area tidur.

Perusahaan menyebutkan, “Teknologi bergerak sangat cepat. Printer 3D sudah mencetak salmon nabati asli, yang bisa dimakan. Oleh karena itu, dinding rumah di masa depan juga sangat mungkin.”

Dalam Plan C, terdapat tanaman dan yang membentang sepanjang strutur bangunan. Berbeda dengan di Bumi, tanaman di Mars tumbuh dengan pencahayaan phyto, ultraviolet, dan inframerah.

Tidak hanya estetika, tetapi tanaman ini juga akan membantu mengubah karbon dioksida yang melimpah menjadi oksigen.

Disadur dari architecturaldigest.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *