Menurut cerita masyarakat kehadiran tahu gejrot ini erat kaitannya dengan masyarakat keturunan Tionghoa yang memperkenalkan tahu di Desa Jatseeng, Kecamatan Ciledug, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tahu sendiri berasal dari kata doufu atau toufu yang artinya kedelai yang difermentasi.

Kala itu, para warga Tionghoa menetap disana karena letaknya yang berdekatan dengan sumber air, khususnya di sekitaran Sungai Cisanggarung. 

Lalu pada abad ke-18, tahu gejrot mulai dikenal sebagai makanan ringan/snack yang dibuat oleh pedagang untuk para buruh atau pekerja, jadi gak heran kalau snack box tahu gejrot ini pake piring kecil yang terbuat dari tanah liat.

Waktu itu, pedagang di daerah Ciledug lagi ngenalin tahu gejrot nih. Nah, tahu gejrot ini makin ngehits di Jamblang pas pedagang Tionghoa bawa dan sajikan di Pagoda Jamblang. Katanya sih, tradisi orang Tionghoa sini selalu bawa oleh-oleh makanan gitu.

Tahu gejrot tuh tahu yang direndem dalam air gula merah, dibotol atau ditampung gitu. Katanya, nama ‘gejrot’ diambil dari cara pedagang nyiram air gula merah ke tahu.

Jadi, tahu dipotong-potong dulu, trus disiram pake air gula merah di atas piring keramik. Pas kedengeran suara berderak, itu namanya tahu gejrot.

Kalo kalian pengen coba buat sendiri di rumah, nih ada resepnya dan cara bikin tahu gejrot, kuliner khas Cirebon.

Bahan:

  • Tahu dipotong kecil-kecil, 15 buah
  • Air gula merah, 25 ml

Bumbu ulek:

  • Cabe rawit, 5 biji
  • Bawang merah, 4 butir
  • Bawang putih, 2 siung
  • Garam setengah sendok makan

Cara membuat:

1. Siapin dulu potongan tahu, potongan pertama, trus siapin potongan kedua buat campuran bumbu. Campur semua bumbu, terus ulek.

2. Nah, tambahin air gula merah, tuang bumbu yang udah diulek tadi ke potongan tahu yang pertama. Terus hidangkan, bisa buat 4 porsi tahu gejrot.

Disadur dari delikjabar.com

Leave A Reply