Arab Saudi mulai memasuki babak baru dalam dunia properti. Lewat reformasi ekonomi besar yang jadi bagian dari agenda transformasi nasional, kerajaan itu resmi ngumumin rencana buat ngasih izin warga asing punya properti. Yang bikin heboh, aturan ini juga berlaku buat dua kota paling sensitif: Makkah dan Madinah. Wow, kebayang gak sih bisa Sholat di Masjid Nabawi tiap hari!

Aturan baru ini dijadwalkan mulai berlaku Januari 2026 dan bakal jadi perubahan besar dalam sistem kepemilikan properti di sana.

Pejabat senior dari Otoritas Umum Properti (REGA), Fahad BinSulaiman, bilang kalau kepemilikan asing bakal dibuka buat berbagai jenis aset. Mulai dari rumah tinggal, properti komersial, lahan industri, sampai lahan pertanian. Bahkan, orang asing nanti bisa beli tanah buat dikembangkan, sesuatu yang sebelumnya hampir mustahil.

Sekarang, pemerintah lagi nyiapin daftar wilayah yang bakal jadi zona khusus untuk kepemilikan asing. Nama-nama yang sudah masuk radar adalah Riyadh, Jeddah, dan tentu saja Makkah serta Madinah.

Menurut BinSulaiman, zona yang lagi difinalisasi ini bakal lumayan luas dan mencakup beberapa megaproyek nasional, termasuk proyek-proyek futuristik yang selama ini jadi perbincangan dunia. Nantinya, porsi kepemilikan asing di area tersebut diperkirakan bisa mencapai 70 sampai 90 persen.

Tapi ada satu aturan khusus untuk Makkah dan Madinah: hanya Muslim yang boleh membeli properti di dua kota itu. Meski begitu, BinSulaiman bilang aturan ini bukan buat membatasi, melainkan untuk menjaga identitas wilayah.

Dalam acara Cityscape Global di Riyadh, dia menegaskan bahwa undang-undang yang baru ini jauh lebih fleksibel dibanding aturan sebelumnya. Menurutnya, ini bukan sekadar revisi kecil, tapi perubahan besar.

Saat ini, aturan resminya masih dalam proses persetujuan akhir sebelum diumumkan secara publik. Pernyataan yang sudah keluar sejauh ini jadi sinyal kuat buat para investor dan pelaku pasar yang udah nunggu kepastian.

Langkah membuka kepemilikan properti untuk asing ini bukan gerakan dadakan, tapi bagian dari strategi besar buat narik investasi global, mempercepat urbanisasi modern, dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor minyak.

Dengan populasi yang terus tumbuh dan gelombang megaproyek yang tersebar di seluruh wilayah, kebijakan baru ini diprediksi bakal mengubah peta permintaan properti dan posisi Arab Saudi dalam persaingan investasi global.

Disadur dari bloombergtechnoz.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu