Setiap bulan Ramadhan, kawasan sekitar Masjid Jogokariyan selalu berubah jadi lautan manusia. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan tahun ini makin heboh karena diramaikan sekitar 400 pelaku UMKM kuliner. Dari jam 15.30 WIB, pengunjung udah mulai berdatangan buat ngabuburit sambil berburu takjil.

Pilihan makanannya lengkap banget. Mau yang tradisional kayak gorengan, kolak, sampai jajanan pasar ada. Mau yang kekinian juga banyak. Nggak heran kalau event ini jadi salah satu pusat kuliner Ramadan paling rame di Yogyakarta, bahkan banyak juga pengunjung dari luar kota yang sengaja datang.

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Falah Akbar, tahun ini ada tambahan 50 lapak dibanding tahun lalu. Dari 350 sekarang jadi 400 lapak. Artinya makin banyak pelaku usaha kecil yang kebagian rezeki selama Ramadan.

Perputaran Uang Ratusan Juta Sehari

Ramainya pengunjung jelas berdampak ke omzet pedagang. Dari riset kecil panitia, satu pedagang bisa dapat Rp300 ribu sampai Rp1 juta per hari. Kalau dikali 400 lapak, perputaran uangnya bisa tembus ratusan juta rupiah dalam sehari.

Angka ini nunjukkin kalau Kampoeng Ramadhan Jogokariyan bukan cuma ajang jajan sore, tapi juga penggerak ekonomi warga. Banyak UMKM yang mengandalkan momen Ramadan buat nambah pemasukan.

Selain jualan, masjid juga rutin bagi 3.800 porsi takjil gratis setiap hari buat masyarakat umum. Jadi bukan cuma soal bisnis, tapi juga soal berbagi.

Disiplin Sampah Jadi Harga Mati

Meski rame banget, panitia nggak mau urusan kebersihan kecolongan. Di tengah kondisi darurat sampah di Jogja, disiplin buang sampah jadi aturan wajib. Pedagang dan pengunjung harus patuh.

Panitia sudah nyiapin trashbag di beberapa titik. Sampah dipilah dulu, terutama organik dan plastik. Setelah itu dikumpulkan dan diambil pihak ketiga. Remaja masjid juga turun tangan tiap habis Isya buat beresin area.

Pengurus masjid menegaskan, sampah yang dikelola bukan cuma dari lapak jualan, tapi juga sisa makanan berbuka puasa ribuan jemaah.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga ikut mengingatkan pentingnya jaga kebersihan. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan udah jadi wajah Ramadan kota ini. Jangan sampai semangat ibadah tercoreng cuma gara-gara lingkungan kotor.

Intinya, Jogokariyan boleh rame, boleh meriah, tapi tetap harus tertib dan bersih. Itu kuncinya biar event tahunan ini terus jadi kebanggaan Jogja.

Disadur dari tvonenews.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu