Banyak orang nganggep balkon dan teras itu sama aja: ruang kecil di luar rumah buat cari angin dan santai. Padahal kalau dilihat lebih detail, dua-duanya beda cukup jauh. Bukan cuma beda nama, tapi beda posisi, fungsi, sampai cara kita pakai ruangnya.

Profesor arsitektur dari University of Southern California, Dana Cuff, pernah bilang kalau balkon dan teras itu sebenarnya ruang perantara antara area privat dan publik. Tapi level “keprivatannya” beda. Balkon lebih dekat ke ruang pribadi penghuni, sedangkan teras lebih semi-publik karena langsung nyambung ke lingkungan sekitar.

Balkon: Ruang Santai yang Lebih Privat

Balkon biasanya ada di lantai atas dan nempel di bangunan. Ukurannya nggak terlalu besar, paling cukup buat dua kursi kecil atau beberapa pot tanaman. Jadi jangan harap bisa bikin acara rame-rame di sini.

Karena posisinya nyambung langsung ke kamar atau ruang keluarga, balkon jadi perpanjangan dari ruang dalam. Fungsinya lebih ke tempat santai sendiri: ngopi pagi, baca buku, atau sekadar lihat pemandangan kota.

Di apartemen perkotaan yang lahannya terbatas, balkon sering jadi satu-satunya ruang luar yang dimiliki penghuni. Secara struktur, balkon biasanya pakai sistem kantilever alias menggantung dari bangunan. Jadi perancangannya harus benar-benar hitung beban dan faktor keamanan.

Intinya, balkon itu ruang luar versi mini yang sifatnya intim dan personal.

Teras: Ruang Ngumpul yang Lebih Sosial

Kalau teras, posisinya ada di lantai dasar atau di atas struktur yang lebih luas kayak podium. Ukurannya biasanya lebih lega dibanding balkon. Karena itu, teras lebih fleksibel buat berbagai aktivitas.

Di rumah tapak, teras sering jadi spot pertama yang nyambut tamu. Selain itu, jadi tempat favorit buat duduk sore bareng keluarga, ngobrol santai, atau bahkan makan bareng. Furniturnya juga bisa lebih variatif karena ruangnya lebih besar.

Secara struktur, teras berdiri di atas tanah atau struktur utama rumah, jadi nggak perlu sistem penopang khusus kayak balkon. Penataannya juga lebih bebas.

Di daerah tropis, teras punya fungsi tambahan: jadi peneduh alami. Dia bantu kurangi panas sebelum masuk ke ruang utama rumah. Makanya di Indonesia, teras sering jadi elemen penting dalam desain rumah.

Jadi, Pilih Mana?

Singkatnya, balkon itu ruang luar kecil di ketinggian yang lebih privat. Teras itu ruang semi-terbuka di lantai dasar yang lebih sosial dan fleksibel.

Keduanya sama-sama jadi jembatan antara dalam dan luar rumah. Bedanya cuma di suasana dan cara kita menikmatinya. Mau yang tenang buat me-time, atau yang luas buat kumpul bareng? Tinggal sesuaikan sama gaya hidup dan jenis hunian kamu.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu