Pasar Properti China Terancam Kolaps, Developer Defisit 8 Ribu Triliun

Kehancuran pasar properti di China lagi mengintai. Masalah keuangan di bidang real estate di Negeri Tirai Bambu itu semakin nyata banget setelah beberapa pengembang dilaporkan kekurangan dana sampai US$553 miliar atau sekitar Rp8.889 triliun (kurs Rp16.074). Menurut laporan dari Bloomberg, kekurangan dana ini pertama kali disorot sama Goldman Sachs Group Inc. Malah, bantuan kredit yang udah digelontorin sama lembaga keuangan China sampe 469 miliar yuan atau Rp1.041 triliun di akhir Maret 2024 kayaknya nggak cukup buat ngejaga pasar properti China tetep eksis. "Tampaknya [bantuan kredit yang diberikan] jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan untuk mengamankan penyelesaian rumah," tulis para analis… Continue Reading

Sektor Properti Kolaps, pada Kuartal I/2024 Ekonomi China Diramalkan Melambat

Eh, kabarnya nih ekonomi China lagi lesu di kuartal pertama tahun 2024. Soalnya, sektor propertinya lagi merosot parah dan sektor swastanya juga lagi down banget. Berdasarkan Reuters, Senin (15/4), diperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2024 cuma bakal tumbuh sekitar 4,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih lambat dari sebelumnya yang 5,2 persen (yoy) tahun lalu. Jadi, pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2024 ini diprediksi jadi yang terendah sejak kuartal pertama tahun 2023 menurut polling Reuters. China, yang jadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, agak susah bangkit pasca pandemi COVID-19. Khususnya gara-gara properti yang lagi anjlok,… Continue Reading

Lagi Properti China Mau Gulung Tikar Perusahaan Raksasa Milik Godfather Diujung Kebangkrutan

Wah, gelombang kebangkrutan masih ngancam raksasa properti di China nih. Setelah Evergrande dan County Garden yang dinyatakan bangkrut, sekarang giliran Vanke yang merasakan bayang-bayang kebangkrutan. Kabar terbaru nih, Rabu (13/23/2024), media pemerintah China nyebutin kalo 12 bank besar lagi ngomongin buat kasih pinjaman sindikasi ke Vanke sebesar 80 miliar yuan (Rp 174 triliun). Biar perusahaan ini bisa bayar hutang yang udah numpuk gila-gilaan. Meskipun gitu, kantor berita pemerintah Cailianshe, nge-quote sumber yang deket sama Vanke, bilang kalo pinjaman belum pasti bakal dikasih. Nah, media pemerintah lainnya, Economic Observer, ngabarin kalo beberapa perusahaan asuransi udah kirim tim ke kantor pusat Vanke… Continue Reading
Investasi Properti

China Jadi yang Paling Aktif Se-Asia Pasifik Soal Pasar Investasi Properti Komersial

Pada kuartal III/2023 ini, aktivitas investasi properti komersial di Asia Pasifik anjlok sebesar 22 persen secara tahunan (YoY) menjadi 21,3 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 327,8 triliun. Penurunan nilai itu seiring berlanjutnya kontraksi tajam pada volume investasi di sektor perkantoran dan ritel, menurut data dan analisis oleh konsultan real estat global JLL. Namun, lain halnya dengan sektor industri dan logistik serta hunian dan multifamily yang tetap tangguh. Sepanjang kuartal III/2023 ini, China muncul sebagai pasar paling aktif se-Asia Pasifik. Volume investasinya seakan melawan tren penurunan dengan torehan 4,7 miliar dollar AS atau setara Rp 72,2 triliun, tumbuh 43… Continue Reading
Beli Properti

Lagi Krisis Properti, Jutaan Hunian di China Gak Laku

Dunia properti di China, yang dulunya pernah jadi tiang ekonomi, lagi gak baik-baik saja. Kondisi ini ngaruh ke penjualan apartemen di China, banyak yang nggak laku. Bahkan mantan pejabat di Biro Statistik lokal yakin, populasi China yang 1,4 miliar orang, nggak bakal cukup buat ngeisi apartemen yang kosong. Dikutip dari laporan Reuters, sejak 2021, sektor properti China udah ngerosot gara-gara raksasa real estate, China Evergrande Group, gagal bayar hutangnya gara-gara ada pembatasan pinjaman baru. Pengembang kelas kakap kayak Country Garden Holdings juga masih berjuang buat ngelunasi utangnya, sampai sekarang. Akibatnya, minat pembeli apartemen terus tekanan. Krisis di sektor properti China… Continue Reading