Beli Properti

Sentimen konsumen Indonesia terhadap pasar properti nasional sedang menurun, berbarengan dengan ketidakstabilan ekonomi global yang mulai berdampak pada konsumsi rumah tangga.

Menurut hasil studi Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2023, indeks sentimen properti turun dari menjadi 56 poin dari periode sebelumnya pada posisi 59 poin.

Adapun, survei ini mengambil sampel sebanyak 1.000 responden dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan dengan metode kuesioner daring pada akhir 2022.

Menurut Marine Novita selaku Country Manager Rumah.com, adanya penurunan ini didorong oleh kondisi perekonomian global dengan ditandai oleh inflasi dan kenaikan suku bunga yang mulai dirasakan konsumen hingga ke level rumah tangga.

“Hasil studi mengungkapkan bahwa konsumen Indonesia mengaku pengeluaran untuk belanja terpaksa bertambah sehingga alokasi tabungan bulanan menjadi berkurang,” ungkap Marine melalui keterangan resminya, Rabu (22/3/2023).

Selain itu, Marine juga melihat adanya kepuasan konsumen yang lebih rendah terhadap iklim real estat, skor iklim real estat yang menurun, persepsi terhadap upaya pemerintah yang juga menurun, serta pandangan yang kurang positif terhadap harga properti di masa depan.

Marine menerangkan, kondisi perekonomian global yang berdampak pada inflasi dan kenaikan suku bunga telah dirasakan sampai ke level rumah tangga yang berakibat pada rencana pembelian properti.

Kenaikan inflasi juga berimbas pada biaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia, sebagaimana dinyatakan oleh 69% responden survei bahwa pengeluaran harian rumah tangga yang meningkat.

Selain itu, kenaikan inflasi juga berdampak pada berkurangnya tabungan bulanan, seperti yang dinyatakan oleh 56% responden. Sedangkan 46% responden mengaku menekan belanja dan pengeluaran mereka.

Adapun, 53% responden menyebutkan bakal menunda rencana pembelian hunian hingga inflasi turun. Sementara terdapat 9% responden yang akhirnya mengurunkan rencananya untuk membeli properti.

 ÔÇťAdapun 38 persen responden akan meneruskan rencana pembelian properti terlepas dari tingkat inflasi,” imbuhnya.

Dari 38% responden tersebut, sebanyak 63% di antaranya bakalan tetap membayar berapapun angsuran bulanan yang dibutuhkan apabila inflasi terus berlanjut. Sedangkan 37% sisanya akan mencoba untuk mengurangi besaran angsuran bulanan,

Marine menambahkan bahwa 70% responden setuju apabila pemerintah akan menerapkan pajak progresif terhadap pemilik lebih dari satu properti, khususnya mereka para pemilik rumah yang setuju dengan rencana kebijakan pajak tersebut.

“Sementara 13 persen responden tidak setuju dengan pajak progresif dan 17 persen responden tidak tahu apakah pajak progresif perlu diterapkan,” paparnya

Disadur dari bisnis.com

Leave A Reply