Terdapat 3 inovasi rumah tahan gempa yang direkomendasikan pemerintah. Pertama adalah Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang terbuat dari pracetak beton bertulang dan kini diterapkan dalam pembangunan rumah bagi korban bencana gempa Cianjur, Jawa Barat.

Kedua, Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN) yang merupakan teknologi rangka rumah pracetak dengan sistem panel menggunakan sambungan baut. Inovasi ini bisa dikerjakan secara cepat dan lebih hemat biaya.

Ketiga, merupakan inovasi dari Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah yang disebut Rumah Banua Tadulako (Rumbako).

Hal tersebut disampaikan oleh Iwan Suprijanto selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Menurut Kementerian PUPR, teknologi ini (Rumbako) layak untuk bangunan tahan gempa. Ini telah diterapkan di Pasaman, Sumatera Barat,” ungkap Iwan dalam tinjauan infrastruktur terdampak gempa Cianjur pada Minggu (11/12/2022).

Maka dari itu, Iwan menyebut Rumbako menjadi salah satu inovasi yang direkomendasikan untuk memperbaiki rumah terdampak bencana gempa Cianjur.

Sebagai informasi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah akan memberikan bantuan dana renovasi rumah untuk korban terdampak yang rumahnya berada di luar area patahan Cugenang mulai dari Rp 15 juta-Rp 60 juta.

Bantuan akan disalurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di mana renovasinya akan dikawal Kementerian PUPR.

“Publik itu awam terhadap teknologi dan spesifikasi itu (rumah tahan gempa), maka tugas Kementerian PUPR memastikan spesifikasi apa yang akan diberikan kepada masyarakat,” lanjut Iwan.

Adapun spesifikasi dari Rumbako di antaranya, yakni daun pintu double triplek 4 mm dengan rangka kayu kelas 3, daun jendela kayu kelas 3 dengan kaca 3 mm, kusen baja ringan, bata ringan, dinding dalam diaci, dinding luar diaci dan dicat, struktur baja CNP dibungkus mortar, pondasi lajur batu kali.

Kemudian pintu WC PVC, lantai beton tumbuk 1:5 dengan tebal 5 cm, penutup atap spandek, rangka atap baja ringan, kloset jongkok lokal, serta listrik di 4 titik lampu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memanggil PT Zoraya Utama sebagai aplikator Rumbako guna memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan yang dijanjikan.

“Ini kita akan evaluasi, delivery system dan memastikan rancangan anggaran dan biaya (RAB)-nya. Spesifikasi ini yang Rp 60 juta dapat apa,” ujar Iwan.

Selain 3 rekomendasi di atas, Iwan juga menyebutkan bahwa Pemerintah terbuka dengan inovasi konstruksi rumah tahan gempa lain, sepanjang sudah disetujui oleh Kementerian PUPR.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply