BP Tapera lagi bersiap ngerapihin sistem pemantauan rumah subsidi biar makin simpel dan enggak bikin ribet pengembang. Sistem yang dimaksud adalah SiPetruk, alias Sistem Pemantauan Konstruksi, yang sebelumnya dikembangkan oleh BLU PPDPP dan sekarang diadopsi ulang bareng Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP.

Intinya, BP Tapera mau SiPetruk tetap jalan, tapi dengan fitur yang lebih ringkas. Soalnya, selama ini banyak pengembang yang khawatir sistem itu malah jadi beban tambahan. Bayangin aja, tiap tahapan pembangunan rumah subsidi harus diabadikan lewat banyak foto dan diunggah satu per satu. Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, kekhawatiran itu cukup beralasan dan perlu dijawab dengan penyederhanaan sistem.

Makanya, SiPetruk bakal difokuskan ke komponen-komponen penting aja. Enggak semua detail harus diunggah, cukup bagian krusial yang bisa jadi bukti kalau kualitas bangunan memang sesuai standar. Misalnya kondisi tulangan besi, fondasi, dan elemen utama lainnya. Dari situ, BP Tapera sudah bisa punya keyakinan bahwa rumah subsidi yang dibangun pengembang memang layak dan aman.

Meski begitu, rencana penyederhanaan ini tetap harus dibahas bareng Kementerian PKP. Heru bilang, penguatan sistem ke depan sebenarnya bisa dilakukan lewat perluasan fitur SiKumbang, sistem informasi pengembang yang sudah lebih dulu dipakai. Jadi, enggak perlu bikin sistem baru dari nol, tapi memaksimalkan yang sudah ada.

Selain SiPetruk, BP Tapera juga lagi menggodok ide e-katalog kontraktor. Ini juga datang dari usulan para pengembang. Tujuannya jelas: ningkatin kualitas rumah subsidi. Selama ini, enggak semua pengembang ngerjain pembangunan sendiri. Banyak yang pakai jasa kontraktor, tapi standar dan kualitasnya belum tentu sama.

Lewat e-katalog, kontraktor bakal diseleksi dan disertifikasi lebih dulu. Mereka yang lolos dinilai punya kualifikasi, standar kerja, dan rekam jejak pembangunan rumah yang jelas. Kontraktor-kontraktor inilah yang nantinya masuk ke dalam e-katalog resmi BP Tapera.

Dengan begitu, pengembang punya opsi buat memilih kontraktor yang sudah terverifikasi dan dijamin kualitasnya. Harapannya, rumah subsidi ke depan enggak cuma cepat dibangun, tapi juga benar-benar layak huni.

BP Tapera sendiri menegaskan, penilaian kualitas rumah subsidi enggak cuma soal bangunan. Lokasi, ketepatan sasaran penerima, sampai keterhunian kawasan juga bakal jadi perhatian. Rumah yang berdiri di lokasi rawan banjir atau longsor jelas jadi catatan serius. Intinya, rumah subsidi bukan sekadar ada, tapi harus nyaman, aman, dan benar-benar bisa ditinggali.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu