Kalau ngomongin plafon rumah, gypsum pasti jadi salah satu bahan yang paling sering dipakai. Material ini makin populer di dunia konstruksi modern karena praktis, rapi, dan punya banyak keunggulan.

Secara sederhana, gypsum itu mineral dengan nama kimia calcium sulfate dihydrate (CaSO4·2H2O). Uniknya, sekitar 21 persen dari strukturnya itu air. Meski sekarang identik sama bangunan kekinian, sebenarnya gypsum bukan barang baru. Dari zaman dulu banget, bahkan sejak era Piramida Mesir, bahan ini udah dipakai buat konstruksi.

Nggak Cuma Buat Bangunan

Walaupun sering banget dipakai di rumah, fungsi gypsum ternyata nggak cuma buat konstruksi. Material ini juga dipakai di berbagai bidang lain.

Di pertanian, gypsum bisa jadi pupuk. Di industri farmasi dan kecantikan, dia dipakai buat campuran produk. Bahkan di makanan dan minuman pun ada perannya. Jadi, bisa dibilang gypsum itu material serbaguna.

Kenapa Banyak Dipakai di Rumah?

Dalam dunia bangunan, gypsum biasanya hadir dalam bentuk papan (gypsum board). Ini lembaran yang bagian tengahnya gypsum, dilapisi kertas khusus di luar.

Yang bikin gypsum banyak dipilih itu karena sifatnya yang praktis. Pemasangannya relatif cepat, hasilnya rapi, dan bisa dipakai buat banyak hal—mulai dari plafon, dinding partisi, sampai pelapis dinding interior.

Di Indonesia sendiri, penggunaannya masih didominasi buat plafon. Padahal, sebenarnya gypsum juga oke banget buat dinding karena fleksibel dan gampang dibentuk.

Tahan Api dan Lebih Aman

Salah satu keunggulan utama gypsum adalah tahan panas dan nggak gampang terbakar. Dibanding bahan kayak kayu, gypsum jelas lebih aman, terutama buat bangunan yang butuh perlindungan ekstra dari risiko kebakaran.

Makanya, material ini makin dilirik, apalagi buat rumah modern yang mulai lebih peduli soal keamanan.

Pemakaiannya di Indonesia

Menariknya, Indonesia punya sumber gypsum yang cukup banyak, terutama di Kalimantan dan Jawa Barat. Tapi sayangnya, pemanfaatannya masih belum maksimal.

Dari total penggunaan yang ada, sekitar 95 persen gypsum di Indonesia masih dipakai cuma buat plafon. Padahal potensinya jauh lebih luas, terutama untuk sistem dinding dan interior lainnya.

Intinya

Gypsum itu bukan cuma material biasa buat plafon. Dia punya banyak fungsi, fleksibel, dan lebih aman dari risiko kebakaran.

Kalau lagi bangun atau renovasi rumah, nggak ada salahnya mulai melirik gypsum sebagai pilihan utama—nggak cuma buat plafon, tapi juga buat bagian interior lainnya.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu