Setelah tren bersepeda dan lari, sekarang Jakarta lagi kecanduan olahraga padel. Olahraga yang gabungan tenis sama squash ini bikin harga sewa tanah di beberapa lokasi Jakarta meroket. CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, bilang kalau harga sewa tanah di daerah perkantoran dan kawasan residensial high-end, seperti Kemang, Cipete, dan Cilandak, lagi naik pesat.
“Ada kenaikan harga tanah disana sudah pasti itu karena pemilik tanah, terutama tanah yang luasnya di atas 1.000 meter persegi nih. Karena, hampir semua lapangan padel yang kita lihat itu luasnya di atas 1.000 meter persegi. Jadi, enggak banyak suplai tanah dengan spesifikasi tersebut,” ungkap Dayu dalam diskusi di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Yang lebih menarik, tanah untuk lapangan padel biasanya lebih cocok kalau dekat dengan distrik perkantoran. Soalnya, kalau di daerah itu, nggak perlu urus izin RT/RW setempat, jadi lebih gampang buat pengembangnya.
Harga sewa tanah yang tadinya mungkin cuma Rp 250.000-Rp 300.000 per meter persegi, sekarang bisa naik jadi Rp 700.000-Rp 800.000 per meter persegi. Buat tanah dengan luas 12 meter x 20 meter yang memenuhi spesifikasi lapangan padel, harga sewa tanah udah melambung.
“Karena, bahkan dengan ada sewa sebegitu tinggi pun sewa tanah ya, ini bukan tidak ada bangunan di atasnya Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per meter persegi per tahun, itu break even point untuk bisnis ini tetap di kisaran 2-3 tahun. Jadi, kalau sewa 5 tahun 2 tahun profit ROI (return of investment/pengembalian modal) nya saya dengar nih ROI nya rata-rata di atas Rp 1,5 miliar,” kata Dayu.
Jadi, meskipun harga tanah makin mahal, lapangan padel tetap jadi investasi yang menjanjikan. Tren olahraga ini masih bakal terus berkembang, apalagi sekarang lagi banyak orang yang tertarik. Jadi, buat yang mau nyari peluang bisnis, tanah buat lapangan padel mungkin bisa jadi pilihan tepat!
Disadur dari kompas.com
0 Comments