Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara bakalan gelontorin dana segede Rp 130 triliun buat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Menurut Sekjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Didyk Choiroel, duit segunung itu bakal dibagi jadi dua bagian: buat supply dan demand.
Rp 117 triliun disiapin buat sisi supply alias pengembang rumah (developer), kontraktor, sama semua yang terlibat di pembangunan rumah. Jadi bukan cuma buat bikin rumah, tapi juga buat ngebangun ekosistemnya.
“Rp 117 triliun itu diindikasikan untuk yang sifatnya supply, seperti developer dan ekosistem perumahan yang masih digodok agar benar-benar menghasilkan rumah dan bermanfaat bagi masyarakat,” terang Didyk ketika ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025) malam.
Nah, sisa Rp 13 triliun dikasih ke sisi demand. Maksudnya, buat pelaku UMKM yang pengin ngembangin usaha yang nyambung sama perumahan. Misalnya buat buka ruko, bikin homestay, atau renovasi rumah sendiri. Tapi fokus awalnya buat usaha yang produktif dulu.
“Sisi demand adalah masyarakat yang ingin merenovasi atau membuat ruko dan sebagainya, UMKM ya. Tapi awalnya untuk yang produktif dulu seperti ruko,” kata Didyk.
Sumber Duitnya dari Bank Himbara
Duit Rp 130 triliun itu sebenernya dikucurin lewat 5 bank pelat merah yang tergabung di Himbara: Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Tapi katanya pemerintah juga lagi bahas kerja sama sama tiga bank swasta: BCA, Nobu Bank, dan Artha Graha.
“Masih pembahasan terus ya, diskusi terus ya. Karena mereka (3 bank swasta) kan sudah jadi penyalur juga,” ungkap Didyk.
KUR Perumahan: Program Baru, Belum Pernah Ada
Gagasan soal KUR Perumahan ini muncul dari obrolan Menteri PKP Maruarar Sirait sama CEO BPI Danantara Rosan Roeslani waktu acara pemerintah di Singapura bulan Juni 2025 lalu. Kata Ara, program ini masih fresh banget dan belum ada yang pernah jalanin sebelumnya.
“Ini kan baru pertama kali ada KUR Perumahan. Jadi enggak ada benchmark-nya gitu. Kalau tanya siapa yang punya pengalaman buat KUR Perumahan, enggak ada yang punya pengalaman, karena belum pernah ada,” ucap Maruarar.
Meski idenya mendadak, Ara bilang aturan main KUR Perumahan bakal keluar akhir Juli 2025.
“Memang sudah diminta, sudah diputuskan harus akhir Juli. Kami berusaha untuk bisa akhir Juli ini bisa selesai. Artinya sudah dikeluarkan peraturannya,” ujar Maruarar.
Cuma, pas ditanya soal skema detailnya, Ara masih belum bisa buka banyak. Katanya, semuanya masih bergerak dan harus dicek langsung ke lapangan dulu. Jadi tunggu aja kabar resminya.
Disadur dari kompas.com
0 Comments