Bambu tuh banyak dipakai buat bahan bangunan, kayak buat rumah atau infrastruktur lain. Bambu ini punya beberapa kelebihan, salah satunya ringan dan tahan gempa, jadi gampang dipakai dan kalau rusak juga gampang diperbaiki.
Selain itu, bambu ramah lingkungan karena produksinya nggak butuh banyak energi dan bisa menyerap CO2 serta menghasilkan O2. Jadi, bisa bantu ngurangin efek rumah kaca juga.
Bambu tumbuhnya cepet banget, cuma butuh 3-5 tahun buat panen. Tapi, kalau mau bambu tetap lestari, kita harus pinter-pinter tanam di lahan yang nggak produktif biar nggak cepat habis.
Tapi bambu juga punya kekurangan, nih. Bambu gampang terbakar dan daya tahannya nggak terlalu lama, apalagi kalau kena serang jamur atau serangga. Jadi, kalau mau bikin bangunan dari bambu, harus siap-siap buat ngerawat lebih sering.
Di Indonesia, ada banyak jenis bambu yang bisa dipakai buat bangunan, kayak Bambu Ampel, Petung, Legi, sama Wulung. Bambu ini gampang ditanam, nggak butuh biaya besar, dan masa panennya lebih cepet daripada kayu yang bisa butuh waktu puluhan tahun.
Karena elastis dan fleksibel, bambu juga bisa tahan angin dan gempa. Selain itu, bisa dibentuk jadi berbagai bentuk, kayak lengkungan. Tapi, ya itu tadi, bambu gampang terbakar dan rentan sama serangga dan jamur. Makanya, kalau dipakai buat bangunan, harus diawetin dulu biar lebih tahan lama.
Bambu ini bisa dipakai buat banyak hal, kayak pondasi, dinding, atap, bahkan buat jembatan dan tulangan beton. Di Indonesia, ada beberapa bangunan besar yang udah pakai bambu, kayak Green School di Bali.
Tapi, nggak semua bangunan bisa pakai bambu, apalagi buat struktur bangunan besar. Meski ada banyak riset dan teknologi buat ngembangin bambu sebagai material konstruksi, masih banyak yang perlu dikembangin lagi.
Kesimpulannya, bambu punya banyak kelebihan, tapi juga ada kekurangannya. Bambu bisa jadi alternatif kayu, tapi karena daya tahannya rendah, harus dipertimbangkan baik-baik sebelum dipakai buat bangunan besar.
Disadur dari depobeta.com
0 Comments