Pemerintah lagi serius menggodog konsep baru buat rumah susun subsidi di kota-kota besar. Lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, ada dua model yang lagi dimatangkan: rusun milik alias rusunami dan rusun sewa atau rusunawa. Dua konsep ini disiapin buat ngejawab kebutuhan warga kota yang makin beragam, terutama generasi muda yang gaya hidupnya beda dari generasi sebelumnya.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, bilang kalau ke depan masyarakat bakal punya pilihan. Buat yang pengin langsung punya hunian, rusunami tetap disiapin. Tapi buat yang belum siap beli atau memang lebih nyaman tinggal sewa, rusunawa juga bakal tersedia. Menurutnya, banyak Gen Z sekarang lebih fleksibel, enggak ribet soal punya aset, dan lebih milih sewa dekat tempat kerja.
Meski konsepnya sudah jelas, urusan harga belum diputusin. Kementerian PKP masih bakal duduk bareng asosiasi pengembang buat nentuin skema harga yang paling masuk akal, baik buat rusunami maupun rusunawa. Targetnya, tetap ramah di kantong, tapi juga realistis buat pengembang.
Rusun subsidi ini rencananya bakal dibangun di lima kota besar: Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Manado. Dari lima kota itu, Jakarta dan Surabaya jadi yang paling siap buat jadi proyek percontohan. Dua kota ini dinilai punya kebutuhan tinggi sekaligus infrastruktur yang mendukung konsep hunian vertikal.
Buat skema kepemilikan, pemerintah bakal mengandalkan FLPP. Lewat skema ini, rusun subsidi bisa dimiliki penuh oleh pembeli dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Nantinya, status kepemilikan bakal berbentuk Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun, meski detail teknisnya masih terus dibahas.
Intinya, pemerintah lagi nyiapin hunian vertikal yang lebih relevan dengan kehidupan kota hari ini. Enggak cuma soal bangunan, tapi juga soal pilihan hidup. Mau sewa dulu atau langsung punya, rusun subsidi ini diharapkan bisa jadi jawaban buat warga kota yang pengin tinggal dekat pusat aktivitas tanpa harus mengorbankan kualitas hidup.
Disadur dari kompas.com
0 Comments