Hunian vertikal di kawasan pusat bisnis Jakarta atau central business district masih jadi incaran utama kelas menengah atas sampai segmen premium. Bukan tanpa alasan, apartemen di area ini punya nilai strategis tinggi karena dekat dengan pusat perkantoran, transportasi publik, dan fasilitas kota yang lengkap. Selain itu, kawasan CBD juga sering dijadikan patokan naik-turunnya harga properti di ibu kota.
Kawasan CBD Jakarta yang Paling Diburu
Di Jakarta, wilayah yang masuk kategori CBD cukup luas dan isinya area-area prestisius. Mulai dari koridor Jalan Sudirman dan MH Thamrin, Mega Kuningan, Kuningan Persada, Gatot Subroto, sampai sepanjang Jalan Rasuna Said. Area-area ini identik dengan gedung perkantoran, pusat bisnis, dan gaya hidup urban yang serba cepat. Nggak heran kalau apartemen di sini selalu punya pamor tinggi, baik buat ditinggali sendiri maupun dijadikan aset investasi.
Harga Apartemen di CBD Jakarta
Berdasarkan laporan Jakarta Property Market Insight Q3 2025 dari Lead Property, harga jual apartemen di kawasan CBD Jakarta mengalami kenaikan tipis sebesar 0,17 persen dibanding kuartal sebelumnya. Dengan pertumbuhan tersebut, harga rata-rata apartemen di CBD sekarang ada di kisaran Rp 58 juta per meter persegi. Angka ini bikin CBD Jakarta masuk jajaran kawasan dengan harga apartemen tertinggi di Indonesia.
Tingginya harga ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari lahan yang makin terbatas sampai nilai lokasi yang super strategis. Apartemen di CBD bukan cuma soal tempat tinggal, tapi juga soal prestise dan efisiensi waktu buat mereka yang beraktivitas di pusat kota.
Perbandingan dengan Kawasan Premium Non-CBD
Menariknya, kawasan premium di luar inti CBD justru mencatat kenaikan harga yang lebih signifikan. Harga apartemen di area premium non-CBD berada di level Rp 48,5 juta per meter persegi, dengan pertumbuhan sekitar 1,89 persen dibanding kuartal sebelumnya. Meski lebih murah dari CBD, kawasan ini tetap diminati karena menawarkan kualitas hunian tinggi dengan harga yang relatif lebih masuk akal.
Tantangan Pasar Apartemen Jakarta
Walau harga cenderung naik, dalam setahun terakhir pasar apartemen Jakarta masih belum sepenuhnya pulih. Permintaan belum terserap maksimal, termasuk di kawasan CBD. Kondisi ini bikin banyak pengembang memilih menahan harga jual supaya tetap kompetitif. Strategi ini dilakukan untuk menjaga penjualan di tengah sikap pasar yang masih hati-hati, baik dari end-user maupun investor.
Disadur dari kompas.com
0 Comments