Ada kabar menggembirakan buat warga DKI Jakarta yang lagi pengen punya rumah pertama. Sekarang, beli rumah bisa dapet “bonus” berupa potongan pajak BPHTB sampai 50 persen. Lumayan banget, apalagi di tengah harga properti yang makin nggak santai.
Kebijakan ini jadi angin segar, karena selama ini biaya beli rumah bukan cuma soal harga properti, tapi juga pajak-pajak yang ikut nambah beban.
BPHTB: Pajak yang Nggak Bisa Dihindari
Kalau ngomongin beli rumah, BPHTB itu pasti ada. Pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan jadi salah satu sumber pemasukan daerah.
Masalahnya, nominal BPHTB ini nggak kecil. Bahkan sering jadi salah satu biaya terbesar selain harga rumah itu sendiri. Jadi wajar kalau banyak orang ngerasa berat di awal.
Makanya, begitu ada diskon sampai 50 persen, efeknya langsung kerasa banget buat calon pembeli.
Diskon 50 Persen, Siapa yang Bisa Dapat?
Lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 840 Tahun 2025 yang diteken Pramono Anung, pemerintah ngasih insentif ini khusus buat pembeli rumah pertama.
Tapi ada batasannya. Properti yang dibeli maksimal nilainya Rp500 juta. Jadi emang targetnya buat masyarakat yang lagi mulai punya rumah, bukan yang udah main di kelas atas.
Contoh Nyata: Hemat Jutaan Rupiah
Misalnya lo beli rumah Rp500 juta. Normalnya, BPHTB yang harus dibayar sekitar Rp12,5 juta.
Dengan diskon ini, lo cuma bayar Rp6,25 juta.
Selisihnya bisa dipakai buat banyak hal. Mau renov dikit, beli perabot, atau jadi dana cadangan juga bisa. Jadi nggak langsung “kering” habis bayar rumah.
Syaratnya Nggak Bisa Asal
Walaupun menarik, nggak semua orang bisa dapet. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Lo harus punya KTP DKI Jakarta, usia minimal 18 tahun atau sudah menikah, dan ini harus jadi pembelian rumah pertama lo. Selain itu, properti harus dibeli lewat jual beli, bukan hibah atau warisan.
Jenisnya juga harus rumah tapak atau apartemen, dan nilainya nggak boleh lewat Rp500 juta.
Dan yang paling penting, fasilitas ini cuma bisa dipakai sekali. Jadi harus dimanfaatin di momen yang tepat.
Nggak Cuma Diskon Biasa
Menariknya lagi, ada potongan sampai 75 persen kalau properti dipakai buat kepentingan sosial, pendidikan, atau kesehatan.
Artinya, kebijakan ini nggak cuma soal bantu individu, tapi juga dorong pemanfaatan properti yang lebih luas.
Pada akhirnya, langkah ini nunjukin kalau pemerintah lagi coba bikin akses punya rumah jadi lebih realistis. Di kota kayak Jakarta, punya rumah itu bukan hal gampang. Tapi dengan kebijakan ini, setidaknya jalannya jadi sedikit lebih ringan buat ditempuh.
Disadur dari kompas.com
0 Comments