Semua berawal dari satu niat sederhana: bikin istri bahagia. Dari situ, lahirlah sebuah rumah super unik di Kota Srbac, Bosnia bagian utara. Rumah ini beda banget dari bangunan umumnya karena bisa muter sampai 360 derajat, jadi penghuninya bisa terus lihat pemandangan yang berubah-ubah seolah tinggal di lokasi berbeda tiap hari.
Di balik ide nyentrik ini ada Vojin Kusic, pria 72 tahun yang ngerjain semuanya sendiri demi memenuhi keinginan istrinya, Ljubica. Ide itu muncul gara-gara Ljubica bosan lihat view yang itu-itu aja dari jendela rumah. Dia pengen suasana baru dan bahkan sempat minta renovasi rumah lama mereka. Setelah masuk masa pensiun dan bisnisnya diambil alih anak-anak, Kusic akhirnya punya waktu buat fokus ke proyek ini.
Yang menarik, ini bukan pertama kalinya permintaan Ljubica bikin rumah mereka berubah. Tahun-tahun sebelumnya, pas anak-anak masih kecil, Ljubica minta kamar tidur mereka dipindah supaya kena sinar matahari. Imbasnya, ruang tamu jadi ngadep jauh dari jalan. Belum lama setelah itu, Ljubica mengeluh lagi karena nggak bisa lihat siapa yang masuk ke halaman depan. Hasilnya? Kusic bongkar dinding dan pindah instalasi listrik biar sesuai keinginan istrinya.
Enam tahun lalu, setelah salah satu anak mereka menikah dan tinggal di lantai atas, pasangan ini pindah ke lantai dasar. Lagi-lagi ada permintaan perubahan. Sampai akhirnya Kusic capek renovasi dan memutuskan bikin rumah baru yang bisa muter kapan pun istrinya mau.
Walaupun nggak punya background teknik formal, Kusic berhasil bikin sistem putar rumah ini pakai motor listrik dan roda bekas kendaraan militer. Hasilnya? Sebuah rumah dengan dinding hijau dan atap merah yang bisa muter pelan sambil ngasih view sawah, sungai, sampai jalan di depan rumah.
Sekarang rumah itu bukan cuma tempat tinggal, tapi bukti cinta dan kesabaran seorang suami. Kusic bahkan bilang dengan santai, kalau ada tamu yang nggak diharapkan datang, istrinya tinggal muter rumah supaya tamunya bingung cari pintu.
Apa yang awalnya cuma keluhan kecil berubah jadi inovasi yang bikin namanya dikenal dunia. Buat Kusic, rumah ini bukan soal teknologi, tapi soal cinta yang masih hidup dan terus tumbuh, berapa pun usianya.
Disadur dari kabar6.com
0 Comments