Dalam 2 tahun belakangan ini, para pelaku usaha industri properti menilai bahwa harga tanah di sekitar kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur telah mengalami peningkatan.

Hari Ganie selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) REI) memaparkan, menurut pengamatan langsung selama dua tahun terakhir, harga tanah di wilayah Samarinda, Balikpapan, dan wilayah sekitar IKN melambung tinggi.

“Dalam 2 tahun ini saya 3 kali ke sana, itu dari yang pertama kali saja, waktu baru ada isu IKN akan dibangun, itu lahan sudah bergerak di zona harganya, pasti ada kenaikan harga,” ungkap Hari kepada Bisnis, dilansir Selasa (28/2/2023). 

Namun, Hari tak menjelaskan secara detil gambaran harga tanah yang naik secara pasti. Menurut blio, sebelum ada IKN pun, wilayah Kalimantan Timur sudah memiliki pertumbuhan usaha yang positif, mengingat terdapat banyak industri yang dikembangkan dari berbagai sektor.

Kondisi tersebut mendorong permintaan properti untuk pemenuhan kebutuhan para pekerja. Harga tanah di kawasan IKN maupun di sekitarnya terus bergerak karena hukum pasar, ditambah lagi dengan adanya pembangunan IKN saat ini. 

“Ada perusahaan dari berbagai industri yang memang ditawarkan atau punya rencana disana, mereka beli lahan disana, tapi ada juga masyarakat biasa ada juga para spekulan yang mengambil kesempatan,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Hari menerangkan, tak hanya pelaku usaha saja yang bikin harga tanah di kawasan tersebut terus naik. Sebab, Pemerintah Daerah (Pemda) di Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, maupun Kutai Kartanegara mengambil inisiatif untuk menyambut kehadiran IKN.

Hal tersebut dikarenakan posisi daerah-daerah tersebut akan menjadi layaknya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) bagi Jakarta, sehingga juga akan terdampak dan memiliki peluang untuk mengembangkan kawasan skala kota. 

“Seperti halnya di Bodetabek itu sudah pesat pengembangannya karena pengaruh keberadaan Jakarta sebagai Ibu Kota. Jadi, yang bereaksi terhadap keberadaan IKN semua pihak, dunia usaha, masyarakat, Pemda,” jelasnya. 

Senada, Rusmin Lawin, Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri juga menyampaikan bahwa IKN nantinya tak hanya menjadi Ibu Kota Negara, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asean. 

“Saya pikir sudah 100 persen [naik], karena melihat IKN itu sebagai rencana yang positif,” ungkap Rusmin ketika ditemui Bisnis. 

Menurut situs Rumah.com, tanah di Balikpapan Timur kini berada di range harga Rp 3 juta meter persegi. Penjual tanah menawarkan lahan seluas 5,9 hektare untuk tipe properti komersial, seperti kantor, ruko, maupun business center. Tanah yang ditawarkan disebut sudah memiliki sertifikat SHGB atau hak guna bangunan. 

Sementara itu, harga tanah di Balikpapan Tengah menyentuh angka Rp 5 juta per meter persegi dengan luas 26.509 meter persegi. Lahan ini telah mengantongi sertifikat hak milik dan bisa digunakan untuk kawasan residensial.

Di sisi lain, di Samarinda harga tanahnya lebih variatif berada di range harga Rp 1,7 – Rp 5,5 juta per meter persegi. Luas tanah yang dijual pun beragam mulai dari 2.327 meter persegi hingga 37.177 meter persegi.

Disadur dari bisnis.com

Leave A Reply