Makin lama Bumi makin memprihatinkan, bro. Kabar ini dikonfirmasi sama laporan baru dari Intergovernmental Panel on Climate Change. Mereka bilang suhu bumi bakal naik 1,5 derajat celsius atau lebih dalam 20 tahun ke depan.

Kenaikan itu bisa ancaman buat kelangsungan hidup bumi dan semua isinya. Kita harus bertindak cepat, bro, sebelum iklim berubah dan bencana lingkungan sering terjadi. Makanya, banyak yang mulai ubah gaya hidup jadi hijau (green living), bro.

Aiman Witjaksono, Jurnalis Senior dan Presenter Berita di Kompas TV, juga ikutan gaya hidup ini. Dia tetep nyari lingkungan rumah yang nyaman buat keluarganya meskipun sibuk kerja di luar rumah.

Menurut Aiman, rumah yang dibangun dari konsep green living bisa jadi amal buat manusia dan alam di masa depan. Dia cerita soal gaya hidup ini di podcast-nya yang berjudul “Rasa Peduli Terhadap Peradaban Manusia” di Spotify.

Green Living Bukan Sekadar Gaya Hidup

Global Ecolabelling Network ngasih definisi green living sebagai konsep gaya hidup yang bikin dampak negatif ke lingkungan berkurang. Gaya hidup ini tujuannya nyokong kesejahteraan dan kesehatan bumi serta isinya.

“Hijau” di sini artinya subur, ramah lingkungan, dan tetep terhubung sama alam. Candice Batista, seorang jurnalis lingkungan dan Founder The Eco Hub, juga ngasih definisi tentang green living.

Menurutnya, selain jadi gaya hidup, green living–atau sustainable living–adalah sebuah filosofi hidup. Filosofi ini artinya hidup fokus pada pilihan dan perilaku yang bisa dorong keberlanjutan kesehatan manusia dan alam.

Dia juga bilang kalo dalam praktik green living, orang harus bisa prioritasin penggunaan sumber daya yang bisa diperbarui tanpa ganggu kemampuan generasi di masa depan buat penuhin kebutuhan mereka sendiri.

Mulai Dari Mana?

Menerapkan green living tuh sebenernya gampang dan murah, bro. Tapi kadang dipromosiin sama komunitas, perusahaan gede, dan tokoh terkenal, jadi keliatan susah dan mahal. Padahal enggak kok, bro. Gimana sih cara memulainya? Berikut langkah-langkahnya menurut Good Energy.

1. Matiin Elektronik Kalau Gak Dipake

Gampang banget nih buat konservasi energi. Tinggal matiin elektronik kalo gak lagi dipake. Selain hemat listrik, bisa juga ngecilin tagihan listrik di rumah.

2. Pake Energi Terbarukan

Beralih ke energi terbarukan bisa jadi pilihan, bro. Meskipun mesti siapin modal gede di awal, tapi bisa mengurangi dampak pemanasan global. Energi terbarukan macam solar, air, atau biomassa bisa jadi opsi, nih.

3. Makanan Harus Dikonsumsi dengan Bijak

Jangan asal makan, bro. Kalo makanan berlebih, bisa bikin limbah. Nah, limbah ini bisa jadi sumber gas metana yang nambah risiko pemanasan global.

4. Bikin Kompos

Daripada buang makanan yang sisa ke tempat sampah, lebih baik bikin kompos. Selain jadi pupuk alami buat tanaman, bikin kompos juga bisa ngurangin sampah yang masuk ke TPA. Dampaknya, gas metana yang ada di TPA juga bisa diminimalisir.

5. Recycle Semua yang Bisa

Selain makanan, benda-benda susah diurai juga bisa di-recycle, bro. Misalnya, plastik jadi pot tanaman, kaca jadi hiasan, atau besi jadi barang antik. Lagi, bisa jual ke pengepul sampah buat dapet uang tambahan.

6. Hijaukan Rumah

Nah, ini cerita Aiman Witjaksono di podcast-nya di Spotify. Selain buat lestarikan alam, ngelakuin hijaukan rumah bisa bikin lingkungan rumah jadi nyaman buat keluarga.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply