BP Tapera ngasih saran soal ukuran lahan rumah subsidi, biar minimal 30 meter persegi. Ini ngerespon rencana dari Kementerian PKP yang mau ubah aturan soal batas luas rumah subsidi, baik dari sisi tanah maupun bangunan. Di draft aturan baru, rumah subsidi bakal punya bangunan inti seluas 18 meter persegi di atas lahan 25 meter persegi.
“Luas tanah minimal sebaiknya tidak kurang dari 30 meter persegi agar tetap selaras dengan ketentuan dalam PP 12/2021 dan PMK 60/2023,” kata Heru Pudyo Nugroho selaku Komisioner BP Tapera dikutip dari keterangan resmi saat rapat konsultasi publik pada Rabu (11/6/2025).
Kata Heru, rumah tipe 18/30 tuh sebenernya udah cukup buat MBR yang belum nikah atau masih keluarga kecil. Tapi tetep harus dipikirin ruang tumbuh juga, jaga-jaga kalau nanti jumlah penghuninya nambah.
Di sisi lain, Heru juga apresiasi langkah Kementerian PKP yang terbuka soal regulasi ini. Dia dukung ide rumah subsidi yang minimalis tapi strategis, apalagi buat anak muda yang pengin punya rumah sendiri di tengah kota.
“Skema rumah kecil dengan lokasi strategis dinilai dapat menjadi pilihan efektif bagi MBR, khususnya generasi muda yang ingin memiliki hunian pertamanya di kawasan perkotaan,” tuturnya.
Konsep Rumah Minimalis Buat Masyarakat Kota
Model rumah subsidi yang minimalis ini katanya sih tetep masuk standar layak huni menurut SNI dan pedoman teknis dari pemerintah. Kebutuhan ruang per jiwa masih terpenuhi kok, antara 6,4 sampai 9 meter persegi. Pokoknya rumahnya tetep sehat dan fungsional.
Direktur Jenderal Perumahan dan Perkotaan, Sri Haryati, bilang rumah subsidi minimalis itu bagian dari inovasi biar masyarakat perkotaan, terutama MBR, punya kesempatan tinggal di tempat strategis — deket kantor, sekolah, rumah sakit, dan tempat layanan lainnya.
Sri juga tekankan soal pentingnya tata kelola yang rapi biar program subsidi ini beneran bisa dipake dan manfaatnya terasa. Katanya, sekarang pemerintah juga lagi nyiapin fitur-fitur tambahan biar bukan cuma dapet rumah, tapi juga kualitas hidupnya makin naik.
Pilihan rumah subsidi juga sekarang makin fleksibel. Mau tinggal di pinggir kota dengan ukuran standar? Bisa. Mau rumah kecil tapi di tengah kota? Bisa juga. Harapannya, kebutuhan rumah layak buat MBR bisa dipenuhi dengan cara yang adil dan realistis.
Apalagi sekarang backlog rumah udah nyampe 9,9 juta unit, dan mayoritas ada di kota. Di saat yang sama, makin banyak anak muda yang pengin tinggal deket pusat kota, tapi harga tanah makin gila-gilaan. Makanya, rumah subsidi minimalis ini jadi salah satu jalan keluar.
Disadur dari kompas.com
0 Comments