Kompleks DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, udah jadi ikon pemerintahan Indonesia. Gedung ini bukan cuma tempat kerja para anggota dewan, tapi juga punya sejarah panjang sejak era Presiden Soekarno. Masyarakat memang cuma bisa nyampe di depan gerbang kalau mau nyampein aspirasi, tapi gedung ini tetep jadi pusat kegiatan politik penting negeri ini.

Awalnya, gedung ini dibangun buat Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), forum internasional bikinan Soekarno buat nampung negara-negara berkembang di luar blok Barat-Timur. Ide ini dikuatin lewat Keppres No. 48/1965 tanggal 8 Maret 1965.

Arsiteknya, Soejoedi Wirjoatmodjo, bikin desain modernis yang langsung disetujui Bung Karno. Sayangnya, proyek sempet berhenti gara-gara peristiwa G30S. Baru lanjut lagi setelah ada keputusan Presidium Kabinet Ampera pada 9 November 1966. Fungsinya pun berubah, dari rencana gedung internasional jadi gedung parlemen Indonesia.

Bagian paling terkenal dari kompleks ini adalah Gedung Nusantara, yang berbentuk kubah setengah lingkaran mirip sayap burung siap terbang. Simbol ini ngasih makna kebangkitan bangsa. Gedung ini dipakai buat sidang utama, kayak sidang paripurna DPR dan sidang tahunan MPR.

Selain itu ada Gedung Nusantara I setinggi 100 meter dengan 24 lantai, isinya ruang kerja fraksi dan komisi. Masih ada juga Nusantara II, III, IV, V, plus fasilitas lain kayak Gedung Bharana Graha, Gedung Sekjen MPR/DPR/DPD, Gedung Mekanik, sampai Masjid Baiturrahman.

Kalau masuk dari depan, mata langsung disambut kolam air mancur dan Patung Elemen Estetik yang dikelilingi 35 tiang bendera. Patung ini karya But Mochtar dari ITB, bentuknya tiga bulatan yang nyambung melambangkan kesatuan bangsa. Bahannya rangka besi dilapisi tembaga, ditanam di pondasi beton kokoh, selesai dibangun tahun 1977. Dari dulu sampai sekarang, patung ini jadi elemen artistik khas kompleks parlemen.

Sejak berdiri, Kompleks DPR Senayan udah jadi saksi banyak momen penting. Dari sidang paripurna, pelantikan presiden, rapat konstitusional, sampai peristiwa besar Reformasi 1998. Dengan arsitektur megah, fasilitas komplit, dan sejarah kental, gedung parlemen Indonesia sering disebut salah satu yang paling keren di Asia Tenggara.

Bukan cuma simbol kekuasaan legislatif, kompleks ini juga jadi bagian dari identitas nasional. Dari awal niat Soekarno bangun gedung buat ajang internasional, sampai akhirnya berubah fungsi jadi pusat demokrasi Indonesia, kompleks DPR di Senayan tetep punya tempat spesial di perjalanan bangsa.

Disadur dari kompas.com

Categories: Properti Unik

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu