Di tengah ramainya Jalan Raya Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, berdiri sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda yang langsung mencuri perhatian. Bangunannya terlihat kontras dengan rumah-rumah di sekitarnya karena berdiri di tengah taman luas kawasan Pabrik Gula (PG) Jatibarang.
Masyarakat setempat menyebutnya Rumah Mbesaran, yang secara sederhana berarti rumah besar. Dahulu, bangunan ini merupakan kediaman administratur atau pimpinan tertinggi PG Jatibarang pada masa Hindia Belanda.
Rumah Bos Pabrik Gula Zaman Dulu
PG Jatibarang sendiri dibangun pada 1842 oleh perusahaan swasta Belanda, NV Mij tot Exploitatie der Suiker Onderneming. Pabrik ini pernah menjadi salah satu pabrik gula besar di Jawa pada masa penerapan sistem tanam paksa.
Rumah Mbesaran menjadi kediaman khusus administratur asal Belanda beserta keluarganya. Dari luar saja, kesan mewahnya sudah terasa. Bangunan berwarna putih ini dikelilingi pepohonan besar, taman luas, serta rerumputan yang membuat suasananya terlihat teduh.
Pilar-pilar besar dan pintu yang menjulang tinggi menjadi ciri khas arsitektur rumah pejabat pada masa kolonial.
Masuk Rumah, Langsung Terasa Adem
Begitu masuk ke area teras, suasana panas Brebes seolah langsung hilang. Tembok yang tebal dan langit-langit tinggi membuat bagian dalam rumah terasa sejuk meski cuaca sedang terik.
Serambi depannya juga luas, lengkap dengan enam pilar besar setinggi sekitar lima meter. Area tersebut terhubung dengan ruang tamu melalui pintu dan jendela berukuran jumbo, dengan tinggi mencapai sekitar tiga meter.
Panel kaca pada pintu membantu cahaya alami masuk ke dalam rumah. Sementara bagian plafon dihiasi lembaran kayu bermotif geometris yang berpadu dengan tegel hitam di lantai serambi.
Masuk lebih dalam, ukuran ruangan semakin menunjukkan betapa besarnya rumah ini. Pintu-pintu penghubung yang tinggi membuat sirkulasi antar-ruangan terasa lega.
Jejak Masa Lalu Masih Terjaga
Sejumlah elemen asli bangunan masih bisa ditemukan hingga sekarang. Ada tegel berwarna kuning kusam, kusen pintu dan jendela dari kayu jati tua, serta perabot bergaya klasik.
Dindingnya dihiasi foto-foto hitam putih yang merekam aktivitas penggilingan tebu pada masa Belanda hingga dokumentasi para administratur PG Jatibarang dari masa ke masa.
Menariknya, bagian belakang rumah juga memiliki teras yang sama luasnya dengan teras depan. Dahulu, area ini menjadi tempat administratur dan keluarganya bersantai sambil menikmati teh pada pagi atau sore hari.
Kini Jadi Museum
Setelah perusahaan-perusahaan Belanda dinasionalisasi dan pengelolaan PG Jatibarang beralih ke PTPN pada 1957, fungsi Mbesaran ikut berubah. Rumah ini kemudian digunakan sebagai rumah dinas pejabat perusahaan, mulai dari general manager hingga manager.
Kini PG Jatibarang sudah tidak beroperasi karena kondisi mesin yang semakin tua dan area tanam tebu yang terus menyusut. Rumah Mbesaran pun tak lagi sekadar rumah dinas.
Bangunan bersejarah tersebut kini dimanfaatkan sebagai museum dan menjadi bagian dari kawasan Agro Wisata Pabrik Gula Jatibarang. Jejak kemewahan rumah pejabat kolonial pun masih bisa dilihat, sekaligus menjadi pengingat perjalanan panjang industri gula di Brebes.
Disadur dari kompas.com
0 Comments