Di Dusun Blumbang, Kelurahan Ploso, Kota Pacitan, Jawa Timur, ada rumah joglo berusia ratusan tahun yang masih berdiri kokoh. Bangunan kuno ini menyimpan cerita masa kecil sampai remaja Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagian besar bentuk aslinya masih dipertahankan. Bedanya, dinding gebyok kayu di pendopo depan sudah dibongkar, jadi area itu sekarang kelihatan lebih terbuka.
SBY tinggal di sini sejak kelas 5 SD sampai lulus SMA. Menurut Didi, kerabat SBY sekaligus penjaga rumah, rumah ini jadi tempat tinggalnya dari SD, SMP, sampai SMA.
Halaman Luas dan Mangga Sepuh
Walau ada di tengah kota yang padat permukiman, rumah ini masih punya halaman depan yang luas. Dua pohon mangga gede tumbuh di sana dan bikin teras adem, apalagi siang hari. Kata Didi, umur pohonnya lebih tua dari SBY, sekitar 80 tahun lebih.
Rumah joglo ini diapit dua bangunan lain yang dibangun belakangan. Tapi atap utamanya yang menjulang tinggi bikin rumah ini tetap paling mencolok. Bagian tengah atapnya ditopang empat tiang utama yang disebut soko guru.
Pendopo yang Luas dan Sejuk
Masuk ke pendopo depan, kamu bakal nemu ruangan luas yang dulu jadi ruang tamu, dengan lantai ubin hitam khas rumah lawas. Sekarang ruangan ini juga dipakai sebagai galeri seni. Atap tinggi dan bukaan lebar bikin udara mengalir lancar, jadi suasananya sejuk sepanjang hari.
Di bagian tengah ada pendopo kedua yang dulu jadi ruang keluarga. Keasliannya masih dijaga, lengkap dengan lemari kayu jati dan mesin ketik kuno. Ada juga foto keluarga, termasuk dua foto besar orang tua SBY, yaitu Soekotjo, purnawirawan TNI, dan Siti Habibah. Di antara keduanya ada foto Sastro dan Watini, paman dan bibi SBY yang punya rumah ini.
Numpang di Rumah Paman
Didi cerita, pamannya dulu seorang lurah, jadi rumah pribadi ini sempat dipakai juga sebagai balai desa. Intinya, SBY numpang tinggal di sini. Ayahnya, Soekotjo, pernah jadi Komandan Koramil Kota Pacitan dan sering pindah tugas ke berbagai kota. Karena itu SBY sekolah di Pacitan terpisah dari orang tuanya. Kedua orang tuanya sendiri berasal dari Arjosari, di utara Kabupaten Pacitan.
Kamar Mungil Sang Presiden
Dari ruang utama ada tiga pintu menuju tiga kamar tidur. Salah satunya bekas kamar SBY di sayap kiri bangunan. Ukurannya kecil banget, cuma sekitar 1,5 x 3 meter, isinya hanya ranjang dan meja kecil. Di kamar sederhana inilah SBY menjalani keseharian dan belajar tiap malam selama tinggal bersama pamannya. Kamar ini memang nggak dipakai tidur lagi, tapi tetap terawat dan rapi.
Dirawat Penuh Setia
Sampai sekarang rumah ini terus dirawat supaya bentuk dan suasana aslinya awet. Didi rutin bersihin bagian dalam dan luar, dari ngerapiin halaman sampai ngepel tiap ruangan.
“Saya rawat terus, meski Pak SBY sendiri sudah bertahun-tahun tidak pulang ke sini,” ungkap Didi.
Disadur dari Kompas.com
0 Comments