Kabar gembira buat lo yang lagi nabung buat beli rumah. Pemerintah resmi memperpanjang program PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% buat pembelian rumah tapak dan apartemen sampai 31 Desember 2027. Jadi, lo masih punya waktu dua tahun lagi buat dapetin rumah tanpa kena pajak PPN di awal. Lumayan banget, kan?
Tujuan kebijakan ini simpel: biar daya beli masyarakat tetap kuat, terutama kelas menengah, sambil ngedorong sektor properti yang dikenal punya efek domino besar buat ekonomi nasional. Sebelumnya, program ini udah direncanain jalan sampai 2026, tapi karena hasilnya positif, pemerintah mutusin buat lanjut setahun lagi.
Menurut Febrio Nathan Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, aturan mainnya masih sama kayak sebelumnya. Insentif ini berlaku buat rumah atau apartemen baru dengan harga maksimal Rp5 miliar, di mana PPN sampai Rp2 miliar pertama ditanggung pemerintah. Kalau harga propertinya lebih dari itu, ya selisihnya tetep harus dibayar pembeli.
Menkeu Perpanjang Insentif PPN DTP 100%
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bilang, keputusan perpanjangan ini diambil karena program sebelumnya terbukti bikin penjualan rumah naik dan pasar properti jadi stabil lagi. Purbaya pengin momentum ini terus dijaga, apalagi industri properti bisa nyerap banyak tenaga kerja dan nggerakin sektor lain juga, dari bahan bangunan sampai jasa konstruksi.
Nah, buat yang mau dapetin insentif ini, ada beberapa syarat yang harus lo tahu:
- Rumah atau apartemen harus baru dan siap ditempati.
- Berlaku buat WNI atau WNA yang memenuhi kriteria pajak.
- Satu orang cuma bisa dapet satu unit rumah atau apartemen.
- Harga properti maksimal Rp5 miliar, dan PPN yang ditanggung pemerintah maksimal Rp2 miliar.
- Rumahnya harus udah punya kode identitas dari BP Tapera.
Aturan detailnya bakal dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) biar para pengembang bisa langsung nyesuain strategi bisnis mereka.
Kabar ini jelas disambut positif sama pelaku industri properti. Menurut Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), kebijakan ini jadi angin segar buat pengembang dan pembeli. Pasalnya, di tengah kondisi ekonomi global yang lagi fluktuatif, kepastian kayak gini bikin sektor properti bisa jalan lagi dengan lebih tenang.
Deddy Indrasetiawan, Sekjen Apersi, bilang kalau perpanjangan sampai 2027 ngasih ruang lebih luas buat pengembang ngembangin proyek-proyek baru, terutama buat segmen menengah. Sementara buat pembeli, beban pajak yang lebih ringan bikin mereka makin semangat buat wujudin mimpi punya rumah sendiri.
Intinya, program bebas PPN ini bukan cuma soal potongan pajak, tapi langkah nyata pemerintah buat ngedorong ekonomi dan bantu rakyat punya hunian yang layak. Jadi kalau lo udah punya rencana beli rumah, sekarang momen yang pas banget buat eksekusi.
Disadur: cnbcindonesia.com, msn.com & ekonomi.bisnis.com
0 Comments