Harga rumah di Amerika makin gila-gilaan, sementara bunga kredit juga nggak turun-turun. Di tengah kondisi itu, Presiden Donald Trump muncul dengan ide baru yang langsung bikin heboh: hipotek alias KPR dengan tenor 50 tahun.

Menurut Direktur Federal Housing Finance Agency, Bill Pulte, ide ini bisa jadi “game changer” buat bantu masyarakat kelas menengah dan bawah punya rumah dengan cicilan bulanan yang lebih ringan. Tapi banyak ahli keuangan bilang, jangan senang dulu—soalnya di balik cicilan kecil, ada risiko utang yang makin panjang dan bunga yang makin gede.

Selama ini, KPR 30 tahun udah jadi standar di AS sejak era Depresi Besar, dan dianggap paling ideal antara kemampuan bayar dan keamanan. Nah, Trump mau gandain jadi 50 tahun—sesuatu yang belum pernah diterapkan secara luas di sana.

Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional, bilang kebijakan ini bisa ngurangin cicilan ratusan dolar per bulan buat keluarga menengah. Tapi, Richard Green dari University of Southern California bilang, cicilannya kecil, tapi risikonya besar. Soalnya, dalam tenor sepanjang itu, pembeli bisa butuh puluhan tahun cuma buat mulai ngurangin pokok pinjamannya.

Contohnya, buat rumah harga 450 ribu dolar dengan bunga 6,25 persen, KPR 30 tahun berarti cicilan sekitar 2.771 dolar per bulan dan total bunga 547 ribu dolar. Tapi kalau tenornya 50 tahun, cicilan turun jadi 2.452 dolar, tapi total bunga melonjak ke 1,02 juta dolar—hampir dua kali lipat! Jadi, bukannya makin hemat, justru bisa makin mahal di akhir.

Selain itu, KPR super panjang bikin pembentukan ekuitas alias nilai kepemilikan rumah jadi super lambat. Kalau harga rumah turun, pemilik malah bisa rugi karena utangnya masih lebih besar dari nilai rumah. Jeff DerGurahian dari loanDepot bilang, karena tenor lebih panjang artinya risiko gagal bayar juga lebih tinggi, bunga KPR 50 tahun kemungkinan malah bakal lebih besar dari yang 30 tahun.

Masalahnya nggak cuma di sisi ekonomi, tapi juga hukum. Undang-Undang Dodd-Frank pasca krisis 2008 cuma ngizinin tenor maksimal 30 tahun. Jadi buat wujudin ide ini, Trump harus ubah aturan besar-besaran dulu.

Meski belum ada detail resmi, Gedung Putih bilang Trump lagi nyari cara baru biar rakyat Amerika lebih mudah punya rumah. Tapi dengan data National Association of Realtors yang nunjukin rata-rata pembeli rumah pertama sekarang udah umur 40 tahun, banyak anak muda ngerasa mimpi punya rumah makin jauh.

Tetap aja, ada yang optimis. Phil Crescenzo dari Nation One Mortgage bilang, KPR 50 tahun bisa jadi titik awal. Menurutnya, kalau pilihannya cuma nyewa seumur hidup atau nyicil rumah 50 tahun, ya mending cicil. Setidaknya lo punya sesuatu.

Pertanyaannya, ini solusi buat bantu rakyat punya rumah, atau cuma bikin mereka terikat utang sampai tua? Waktu yang bakal jawab.

Disadur dari edition.cnn.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu