Gedung ikonik di jantung distrik bisnis Singapura, One Raffles Place, lagi jadi omongan. Properti super prestisius ini dikendalikan lewat OUE Commercial REIT yang terafiliasi sama konglomerat Indonesia, Mochtar Riady dan keluarganya. Sekarang, aset ini lagi cari pembeli.

Langkah ini diambil karena pasar properti komersial Singapura lagi panas-panasnya. Permintaan tinggi, valuasi oke, jadi momen yang pas buat “lempar” aset premium ke pasar. Nilai keseluruhan propertinya diperkirakan tembus 2,4 miliar dollar Singapura. Porsi kepemilikan efektif OUE REIT sendiri sekitar 68 persen, dengan nilai buku hampir 1,9 miliar dollar Singapura per akhir 2025.

Proses penjualannya nggak main-main. Dua konsultan properti global, CBRE Group dan Jones Lang LaSalle, ditunjuk buat ngurusin transaksi ini. Tapi manajemen REIT juga bilang belum tentu deal bakal terjadi. Semua masih tahap ukur minat pasar.

Dari OUB Centre ke Ikon Skyline

Sebelum dikenal sebagai One Raffles Place, menara utamanya dulu populer dengan nama OUB Centre. Gedung ini rampung tahun 1986 dan didesain arsitek Jepang kelas dunia, Kenzo Tange. Di zamannya, gedung ini sempat jadi yang tertinggi di dunia di luar Amerika Utara.

Tingginya sekitar 280meter dengan 63 lantai. Bentuknya unik, terdiri dari dua massa segitiga dengan ruang kantor tanpa kolom di dalamnya. Konsep ini bikin penyewa korporasi lebih fleksibel buat atur layout, mau open office atau ruang privat, tinggal gas.

Lokasinya juga nggak kaleng-kaleng. Terhubung langsung ke MRT Raffles Place dan jaringan pedestrian bawah tanah. Artinya, akses gampang banget. Nggak heran kalau alamat ini jadi incaran perusahaan keuangan, firma hukum, sampai perusahaan multinasional.

Upgrade Modern dan Konsep Mixed-Use

Tahun 2012, kompleks ini makin komplet dengan hadirnya Tower Two. Desainnya lebih modern, fokus ke efisiensi energi dan keberlanjutan. Dua menara ini masuk kategori Grade-A office, alias kasta tertinggi buat gedung perkantoran.

Salah satu spot paling standout adalah atrium delapan lantai dengan skylight besar. Area lobi jadi terang alami dan terasa megah. Di bagian atas, ada sky terrace dan restoran dengan view kawasan bisnis Singapura dari ketinggian. Buat meeting santai atau sekadar makan siang, vibes-nya dapet banget.

Nggak cuma kantor, kompleks ini juga punya pusat ritel enam lantai. Isinya restoran, kafe, layanan kesehatan, sampai kebutuhan gaya hidup harian. Konsepnya jelas mixed-use: kerja, makan, belanja, semua dalam satu tempat.

Seiring umur bangunan yang makin matang, pengelola juga terus upgrade sistem, termasuk lift berkecepatan tinggi dengan teknologi destination control. Gedung ini juga kantongi sertifikasi Green Mark dari otoritas bangunan Singapura, bukti kalau aspek ramah lingkungannya serius digarap.

Sejak 1986 sampai sekarang, One Raffles Place bukan cuma gedung tinggi biasa. Dia jadi simbol transformasi Singapura jadi pusat finansial global. Dan kalau nanti benar-benar terjual, jelas ini bakal jadi salah satu transaksi properti paling gede dan bergengsi di kawasan tersebut.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu