Pemerintah lagi ngebut memulihkan kawasan terdampak bencana di Aceh Tamiang. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menargetkan sekitar 23 ribu titik rumah dan permukiman bisa dipulihkan lewat program Padat Karya Tunai atau PKT.
Program ini fokus buat bersihin lumpur yang sejak awal jadi masalah terbesar pascabencana di wilayah tersebut. Soalnya, endapan lumpur bukan cuma bikin rumah rusak, tapi juga bikin aktivitas warga lumpuh total.
Warga Ikut Turun Tangan Bersihin Rumah
Lewat skema PKT, pemerintah nggak cuma datang kasih bantuan, tapi juga ngajak warga ikut langsung dalam proses pemulihan. Mulai dari bersihin rumah, lingkungan sekitar, sampai saluran drainase, semuanya dikerjakan bareng masyarakat setempat.
Selain bikin proses pemulihan lebih cepat, cara ini juga bantu roda ekonomi warga tetap jalan karena masyarakat ikut dapat penghasilan dari pekerjaan tersebut.
Menurut Dody, konsep ini memang sengaja dibuat supaya warga terdampak nggak cuma jadi penerima bantuan, tapi ikut aktif bangkitin daerahnya sendiri.
Lumpur Jadi Musuh Utama
Saat meninjau lokasi di Aceh Tamiang, Dody bilang masalah paling berat memang soal lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Bahkan ada rumah yang proses pembersihannya udah berjalan beberapa hari tapi belum selesai total karena lumpurnya cukup parah.
Pemerintah berharap dalam beberapa hari ke depan kondisi rumah warga bisa jauh lebih layak buat ditempati lagi.
Drainase Juga Ikut Dibersihin
Nggak cuma rumah warga, program PKT juga dipakai buat bersihin saluran drainase yang tertutup lumpur. Total panjang saluran yang udah dibersihin mencapai lebih dari 28 ribu meter.
Program ini melibatkan lebih dari 16 ribu tenaga kerja dengan anggaran sekitar Rp2,45 miliar. Jadi selain fokus pemulihan lingkungan, program ini juga bantu buka lapangan kerja sementara buat masyarakat terdampak.
Bakal Diterapkan di Daerah Lain
Aceh Tamiang disebut bakal jadi proyek percontohan. Kalau hasilnya efektif, pola yang sama bakal diterapkan di daerah lain yang juga kena dampak lumpur akibat bencana.
Pemerintah menargetkan ada sekitar 10 kabupaten dan kota di Aceh yang nantinya ikut menjalankan program serupa, termasuk wilayah seperti Pidie Jaya dan daerah terdampak lainnya.
Harapannya, pemulihan nggak cuma selesai di atas kertas, tapi benar-benar bikin warga bisa balik hidup normal lebih cepat.
Disadur dari kompas.com
0 Comments