Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menekankan betapa krusialnya program perumahan. Salah satunya ialah multiplier effect  atau dampak berganda pada perekonomian yang menggerakkan banyak subsektor industri lainnya yang mencapai 175 industri.

“Pemerintah selalu mengapresiasi pada seluruh para pelaku industri properti mulai dari kalangan pengembang, perbankan, arsitek, bahan bangunan, dan seluruh stakeholder lainnya. Sektor perumahan sangat nyata memberikan sumbangan pada pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Sektor perumahan Indonesia terutama pada tahun 2020 – 2022 yang mengalami banyak kendala lantaran wabah Covid-19 juga masih bisa lebih baik ketimbang negara ASEAN bahkan Australia.

Dampak dari sektor real estat terhadap perekonomian nasional sangat besar dan masih mengalami tren peningkatan secara terus-menerus.

Menurut catatan yang tersedia, pertumbuhan real estat menorehkan pertumbuhan sebesar 1,72% pada triwulan IV/2022. Sektor konstruksi tumbuh lebih besar hingga 4,57% dan dari kedua sektor ini saja telah memberikan kontribusi besar dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sektor perumahan juga turut membantu membuka lapangan pekerjaan yang besar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga membantu menekan backlog perumahan. Kawasan-kawasan baru yang terus tumbuh dan berkembang juga telah melahirkan ekonomi baru serta turut membantu potensi peningkatan pendapatan daerah terutama melalui PBG, BPHTB, PBB, dan pajak-pajak lainnya.  

“Namun sektor perumahan juga masih menghadapi berbagai tantangan khususnya belum seimbangnya antara supply dan demand. Untuk itu para pelaku perumahan diharapkan terus memerhatikan ketentuan dan berbagai peraturan terkait tata ruang, perizinan, hunian berimbang, kualitas konstruksi, dan berbagai hal lainnya untuk mendorong sektor ini terus maju,” tandasnya.

For your information, pemerintah masih terus berusaha untuk mencapai target RPJM bidang perumahan periode 2020-2024. Diantaranya, meningkatkan rumah tangga yang menghuni rumah layak menjadi 70% dari yang semula sebesar 56,71%, mendirikan rumah susun sebanyak 51.340 unit, rumah khusus sebanyak 10 ribu unit, peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 813.660 unit, dan lain sebagainya.

Disadur dari rumah.com

Leave A Reply