Kita perlu ekstra hati-hati pas milih orang yang bakal nyewa rumah atau properti kita. Soalnya, kalo asal-asalan, bisa aja kita jadi korban kejahatan, kayak yang terjadi di rumah mewah di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa tahun yang lalu.

Nyewain rumah emang jadi bisnis yang banyak digemari, dianggap gampang tanpa harus jagoan banget, dengan pendapatan yang stabil. Pemilik tinggal nyedia’in rumah, apartemen, kos, atau kios, terus terima uang sewa dari penyewa, sesuai kesepakatan.

Tapi, pengalaman di Kedoya itu bikin kita jadi lebih peka dan hati-hati dalam milih penyewa. Bukan cuma soal duitnya, tapi banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan. Kalo perlu, atur kriteria khusus buat calon penyewa dan sampaikan dari awal.

Yang penting, kenalin siapa penyewanya, minta dia tunjukin KTP, dan bikinin salinannya. Jangan lupa bikin perjanjian tertulis yang di-stamp, yang ngebahas hal-hal yang harus diperhatiin sama kedua belah pihak. Biar bisa menghindarin masalah yang mungkin muncul di masa depan.

Selain itu, paling gak ada 5 hal lagi yang harus dimiliki oleh calon penyewa rumah sebelum kita percayain properti kita buat disewa.

1. Cek Kemampuan Bayar

Salah satu yang paling penting banget adalah ngecek apakah calon penyewa punya duit buat bayar. Kan, rumah kontrakan itu investasi, jadi kita mesti proteksiin aset yang kita punya.

Pastiin deh si calon penyewa bisa bayar dan juga bisa jaga rumahnya. Cara ngeceknya bisa liat dari status kerja dia atau sumber penghasilan buat bayar sewa.

2. Kejujuran

Menurut American Apartment Owners Association (AAOA), kejujuran itu krusial banget buat landlord. Caranya, cek aja kejujurannya lewat informasi atau rekomendasi lebih lanjut.

Misalnya, kontak aja kantornya atau minta bukti penghasilan. Kalo dia ketahuan bohong, bisa jadi ini tanda bahaya.

Kebohongan kecil di awal bisa jadi pemicu kebohongan lainnya. Takutnya nanti si penyewa nggak bakal menghargai aturan dan kesepakatan yang udah disepakati dengan cara bohong.

3. Komitmen Jangka Panjang

AAOA juga saranin buat cari penyewa yang punya komitmen jangka panjang. Contohnya, kayak fresh graduate yang baru kerja, keluarga muda, atau orang yang punya keluarga besar di situ.

Mereka yang punya latar belakang gitu dianggap lebih oke sebagai penyewa.Jadi kita nggak perlu ribet nyari penyewa baru lagi, dan biasanya mereka juga lebih bertanggung jawab soal bayarannya.

4. Kerapihan

Kita pasti nggak mau rumah yang kita kontrakin jadi berantakan atau rusak nggak terurus. Makanya, cari penyewa yang rapi dan bisa jaga kebersihan tempat tinggalnya.

Brandon Turner, investor real estate di AS, bilang, kalo gaya hidup sehari-hari penyewa bersih dan rapi, berarti mereka juga ngerawat properti dengan baik. Kita bisa ngeh dari pertemuan pertama atau kalo mereka dateng liat rumah yang mau disewa. Liat aja, apakah mereka rapi dan bersih. Kalo penampilannya kacau, bisa jadi pertanda buruk.

5. Bebas dari Kriminalitas

Tindakan kriminal bisa bikin masalah dan rugi buat kita. Makanya, pastiin deh calon penyewa nggak pernah terlibat masalah kriminal, obat-obatan, atau judi. Cek latar belakangnya buat pastiin dia nggak punya riwayat yang buruk.

Sekarang, cari info tentang seseorang udah lebih gampang banget lewat media sosial. Tanyain juga dari mana asalnya dan tempat tinggal sebelumnya, biar kita bisa lebih jelas gambarannya.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply