Sejak Permen ATR/BPN No. 1 Tahun 2021 keluar, pemerintah lewat Kementerian ATR/BPN resmi ngenalin sertifikat tanah elektronik. Ini bagian dari digitalisasi layanan biar kepemilikan tanah makin aman dan mafia tanah bisa ditekan. Sertifikat ini bentuknya PDF yang udah ada tanda tangan elektroniknya, disimpen di sistem blockchain yang aman banget, dan diakui hukum kayak sertifikat fisik biasa.

Pengajuannya bisa lewat aplikasi Sentuh Tanahku, jadi gak ribet dan lebih cepat prosesnya. Targetnya sampai 2025, ada 120 juta sertifikat elektronik yang diterbitin. Keunggulannya? Lebih aman, hemat waktu, dan data transparan banget, jadi susah dimainin orang-orang nakal.

Penerapannya mulai dari kota-kota gede kayak Jakarta, Surabaya, sama Banyuwangi. Syaratnya, lo harus WNI, umur minimal 17 tahun atau udah nikah, dan punya tanah yang sah tanpa masalah hukum. Hak atas tanah lo juga harus jelas, misalnya Hak Milik, HGB, atau Hak Pakai, plus udah terdaftar di BPN. Buat konversi, sertifikat fisik harus masih ada dan berlaku. Tapi kalo tanahnya belum bersertifikat, bisa diajuin lewat program PTSL.

Dokumen yang harus disiapin antara lain KTP, KK, surat nikah (kalo udah nikah), sertifikat fisik (buat konversi), atau akta jual beli/surat waris (buat tanah baru). Juga butuh PBB terakhir, surat ukur, NPWP (kalo diminta), dan email aktif. Konversi ini gratis, kecuali buat penerbitan baru, yang mungkin kena biaya tambahan kayak pengukuran.

Proses Pengajuannya:

  1. Siapin dokumen
    Lengkapin semua syarat, termasuk dokumen asli dan salinan. Pastikan juga punya email aktif buat nerima sertifikat PDF-nya.
  2. Ajukan langsung atau online
    Bisa datang ke kantor BPN atau daftar lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Di aplikasi tinggal registrasi, upload dokumen, lalu pilih layanan permohonan sertifikat elektronik.
  3. Verifikasi & pengukuran
    Petugas BPN bakal cek dokumen lo, dan kalo tanahnya belum bersertifikat, bakal ada pengukuran bareng lo sama saksi.
  4. Penerbitan sertifikat
    Setelah lolos verifikasi, datanya dimasukin ke sistem, terus sertifikat elektronik bakal dikirim dalam waktu 5–14 hari kerja.
  5. Unduh & simpan
    Sertifikat dikirim via email dalam bentuk PDF. Bisa diunduh lewat aplikasi dan disimpen di laptop atau cloud. Bisa dicetak juga buat cadangan.
  6. Cek keaslian (opsional)
    Lo bisa cek keaslian sertifikat lewat aplikasi atau situs ATR/BPN dengan masukin nomor sertifikat atau scan QR code.

Mudah, kan? Yang penting siapin dokumen lengkap dan ikutin prosesnya sesuai petunjuk.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu