Pemerintah mau nambahin kuota rumah subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) jadi 130 ribu unit lagi buat tahun 2025. Tapi ya, penambahan ini ternyata nggak murah, bro. Total duit yang dibutuhin buat nambah kuota segini tuh nyampe Rp 16,4 triliun.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, bilang kalo dana segede itu bakal bikin total alokasi kuota FLPP jadi 350 ribu unit buat tahun ini. Anggarannya total nyampe Rp 35 triliun karena dari sebelumnya udah ada Rp 18 triliun yang dialokasikan.
Heru menyampaikan hal ini di Jakarta, Selasa (27/5/2025). Menurut dia, tambahan kuota ini adalah langkah serius buat ngejar target kepemilikan rumah, apalagi buat masyarakat berpenghasilan rendah yang pengen punya rumah tapi keuangan pas-pasan.
Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani juga udah sempet bahas soal revisi anggaran buat FLPP ini. Dalam konferensi pers bareng Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (24/4/2025), dia bilang APBN 2025 awalnya udah nyiapin FLPP buat 220 ribu unit rumah dengan dana Rp 18,7 triliun. Tapi karena ada usulan tambahan kuota jadi 350 ribu unit, anggarannya jelas harus dihitung ulang.
“Sekarang ada keinginan untuk meningkatkan targetnya, data terakhir kami mendapatkan angkanya naik dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit, sehingga nanti konsekuensi dari FLPP-nya akan kami hitung lagi,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (24/4/2025), dilansir dari kanal Youtube Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Nggak cuma dari Kemenkeu, dukungan buat tambahan kuota FLPP ini juga dateng dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Dia bilang Presiden Prabowo, DPR, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan bahkan Bank Indonesia, semua udah kasih lampu hijau buat penambahan ini.
Maruarar juga nyebut kalau anggaran tambahan yang disiapin buat 220 ribu unit FLPP itu nyampe sekitar Rp 31 triliun. Dia ngomongin hal ini pas acara di Wisma Mandiri II, Jakarta Pusat, Kamis (27/03/2025).
Jadi intinya, pemerintah lagi ngebut buat ngejar kebutuhan rumah rakyat. Tapi ya konsekuensinya, duit yang dibakar juga makin gede. Tapi kalo hasilnya bisa bikin makin banyak orang punya rumah, kenapa nggak?
Disadur dari kompas.com
0 Comments