Buat kamu yang lagi nyari rumah tapi penghasilan pas-pasan, kabar baik nih: pemerintah lagi ngeluarin karpet merah buat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat program rumah subsidi. Tujuannya biar makin banyak orang bisa punya rumah sendiri tanpa harus jungkir balik mikirin cicilan berat.
Deputi Komisioner BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, bilang kalau rumah subsidi ini memang dirancang biar harganya ramah di kantong.
“Rumah umum akan diberikan kemudahan dan bantuan dari pemerintah sehingga harganya terjangkau bagi pembeli dan ada beberapa insentif dari pemerintah seperti bebas pajak,” ucap Sid Herdi Kusuma, Selasa (28/10/2025).
Pembeli dapat berbagai kemudahan, mulai dari harga yang dikontrol pemerintah, cicilan ringan, sampai bebas pajak. Nah, semua bantuan itu dikemas lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera.
Fitur FLPP ini lumayan ngasih napas lega: bunga KPR-nya flat 5 persen sepanjang tenor (nggak bakal naik-naik kayak bunga komersial), tenor bisa sampai 20 tahun, DP cuma 1 persen, plus bebas PPN. Nggak cuma itu, kamu juga dapet asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Lengkap banget buat ukuran rumah subsidi.
Nah, soal harga, pemerintah juga udah atur batas maksimal lewat Kepmen PUPR Nomor 689/KPTS/M/2023. Biar kebayang, di tahun 2025 ini harga rumah subsidi dibagi per wilayah. Misalnya, di Jawa (kecuali Jabodetabek) dan sebagian Sumatera, harga maksimalnya Rp166 juta. Di Kalimantan Rp182 juta, Sulawesi dan sekitarnya Rp173 juta, Jabodetabek dan Bali Rp185 juta, dan di Papua bisa sampai Rp240 juta.
Tapi nggak semua orang bisa langsung dapet fasilitas ini. Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi, seperti harus WNI, belum pernah dapet subsidi rumah sebelumnya, belum punya rumah, dan punya penghasilan tetap (atau minimal rutin). Intinya, program ini cuma buat mereka yang benar-benar butuh dan belum pernah punya rumah.
Yang menarik, pemerintah juga ngerapihin kategori MBR lewat aturan baru. Jadi, batas penghasilan maksimalnya dibagi berdasarkan zona wilayah. Misalnya, di Jawa (kecuali Jabodetabek) batas gaji buat lajang Rp8,5 juta dan buat yang udah nikah Rp10 juta. Di Kalimantan dan Sulawesi batasnya naik dikit jadi Rp9–11 juta. Di Papua bisa sampai Rp12 juta, dan di Jabodetabek maksimal Rp12 juta buat lajang serta Rp14 juta buat pasangan menikah.
Jadi, buat kamu yang selama ini mikir rumah itu mimpi mahal, sekarang udah nggak lagi. Pemerintah beneran lagi buka jalan lebar buat MBR punya rumah layak dengan harga bersahabat. Tinggal siapin berkas, cari pengembang resmi, dan pastikan kamu masuk kriteria MBR. Siapa tahu, tahun ini kamu udah bisa punya rumah sendiri tanpa harus ngos-ngosan mikirin cicilan.
Disadur dari kompas.com
0 Comments