Dunia properti di Indonesia lagi kayak jalan dua arah yang saling tabrakan. Pemerintah gas pol kasih insentif biar ekonomi bisa tembus target pertumbuhan 8 persen sampai 2029. Tapi di sisi lain, industri properti tersendat gara gara urusan perizinan yang ribet, lama, dan lintas kementerian.
Ketua Umum REI, Joko Suranto, bilang pemerintah udah kasih banyak dukungan, mulai dari perpanjangan PPN DTP, tambahan kuota FLPP 350 ribu unit, sampai KUR Perumahan Rp 130 triliun yang udah ready dipakai ratusan pengembang. Tapi menurut Joko, semua itu kayak sia sia kalau soal izin masih ngadat.
306 Proyek Mangkrak
Data REI dari 16 DPD nunjukkin ada 306 proyek mangkrak. Totalnya 6.178 hektar lahan dengan nilai investasi Rp 34,5 triliun. Joko yakin kalau semua DPD REI lapor, total investasi mandek bisa tembus Rp 55,5 triliun.
Dampaknya nggak cuma uang nganggur, tapi rantai ekonomi ikut mati. Dengan asumsi satu proyek pakai 100 pekerja, ada 30.600 lapangan kerja yang hilang. Bahkan riset REI bareng LPEM UI bilang, tiap investasi properti Rp 112 triliun nambah kontribusi 0,56 persen ke PDB nasional. Artinya, Rp 55,5 triliun yang mandek ini bikin ekonomi kehilangan peluang besar.
Masalah utamanya: jebakan perizinan. OSS yang harusnya mempermudah, justru banyak error. Belum lagi urusan AMDAL dan status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang sering bentrok sama rencana pembangunan perumahan.
REI udah lapor ke tujuh kementerian dan berharap ada solusi dari pemerintah pusat.
Walau begitu, REI tetap dorong solusi. Mereka yakin percepatan pembangunan rumah di desa dan pesisir bisa jadi game changer. Targetnya dua juta unit untuk dukung Program 3 Juta Rumah. Perhitungan mereka: modal Rp 14,4 triliun dari pemerintah bisa dorong ekonomi sampai Rp 160 triliun dan lahirkan puluhan ribu pengusaha baru bahan bangunan di desa.
Akselerasi Penyerapan FLPP
Selain itu, FLPP yang penyerapannya baru 60 persen juga digenjot lewat kerja sama BPJS Ketenagakerjaan, karena sebagian besar penerimanya peserta aktif.
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid bilang mereka siap bantu beresin masalah perizinan dan tata ruang biar proyek bisa jalan lagi. Harapannya, investasi yang mandek bisa balik hidup dan industri properti nggak cuma bertahan, tapi berkembang.
Disadur dari kompas.com
0 Comments